MIU Login

Ujian Promosi Doktor Dr. Mohammad Shohibul Anwar Hadirkan Model Pembelajaran Bahasa Arab Jarak Jauh Berbasis Konektivisme

Batu– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Ujian Promosi Doktor dengan peserta Dr. Mohammad Shohibul Anwar. Dalam sidang promosi tersebut, ia mempresentasikan hasil disertasinya yang mengkaji integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab jarak jauh berdasarkan teori konektivisme pada Program Studi Pendidikan Agama Islam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ PAI).

Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. H. Mohammad Samsul Ulum, M.A. sebagai promotor dan Dr. Hj. Dewi Chamidah, M.Pd. sebagai ko-promotor. Penelitian tersebut berangkat dari pesatnya perkembangan teknologi digital yang mendorong transformasi pembelajaran di perguruan tinggi, termasuk dalam pembelajaran bahasa Arab yang selama ini identik dengan interaksi tatap muka.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini menganalisis bagaimana berbagai platform digital dimanfaatkan dalam mendukung pembelajaran bahasa Arab pada sistem pembelajaran jarak jauh. Platform yang dikaji meliputi Learning Management System (LMS) serta DAMEL, yang digunakan sebagai media untuk memfasilitasi proses pembelajaran, komunikasi, dan evaluasi secara daring.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa Arab mampu membangun jaringan pengetahuan (knowledge network) sebagaimana dikemukakan dalam teori konektivisme. Melalui interaksi digital, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengakses berbagai sumber belajar, berkolaborasi dengan dosen dan sesama mahasiswa, serta mengembangkan kompetensi bahasa Arab melalui kombinasi pembelajaran sinkron (synchronous learning) dan asinkron (asynchronous learning).

Penelitian ini menemukan bahwa kedua model pembelajaran tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Pembelajaran sinkron terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan reseptif-oral, khususnya kemampuan menyimak (istima’) dan berbicara (kalam), karena memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara dosen dan mahasiswa. Sebaliknya, pembelajaran asinkron memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan membaca (qira’ah) dan menulis (kitabah) melalui proses belajar mandiri yang fleksibel.

Selain meningkatkan kompetensi berbahasa, integrasi teknologi juga memberikan berbagai manfaat dalam proses pembelajaran. Mahasiswa memperoleh fleksibilitas dalam mengakses materi kapan saja dan dari mana saja, sementara dosen dapat memanfaatkan beragam sumber belajar autentik, memperkuat kolaborasi pembelajaran, serta memberikan evaluasi dan umpan balik secara lebih cepat dan terstruktur. Kondisi ini menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis sekaligus mendukung pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa.

Meski demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam implementasi pembelajaran bahasa Arab berbasis teknologi. Di antaranya adalah keterbatasan infrastruktur, kualitas koneksi internet yang belum merata, serta adanya kesenjangan literasi digital di kalangan pengguna. Tantangan tersebut menjadi perhatian penting agar transformasi pembelajaran digital dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Secara teoretis, penelitian ini memperkuat penerapan teori konektivisme dalam pembelajaran bahasa Arab di lingkungan pendidikan tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa proses belajar tidak lagi bergantung pada ruang kelas konvensional, melainkan berkembang melalui jejaring digital yang memungkinkan mahasiswa membangun pengetahuan secara kolaboratif, mandiri, dan berkelanjutan.

Disertasi Dr. Mohammad Shohibul Anwar juga memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan sistem pembelajaran jarak jauh di perguruan tinggi. Model integrasi teknologi yang ditawarkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan dalam merancang pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.

Melalui ujian promosi doktor ini, Dr. Mohammad Shohibul Anwar menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan pendekatan konektivisme mampu meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab secara signifikan. Hasil penelitiannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia, khususnya dalam memperkuat implementasi pembelajaran jarak jauh yang efektif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di era transformasi digital.

Berita Terkait