Batu, 23-24 September 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar The 5th International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics, and Humanity (IC-ISLEH). Konferensi internasional tahunan ini menghadirkan akademisi, peneliti, serta perwakilan lembaga internasional untuk membahas solusi konkret terhadap isu-isu global melalui riset ilmiah dan kolaborasi. Mengusung tema “Reintegrating the Islamic Scholarship in the Era of Global Disruption: Strengthening Islamic Education, Islamic Studies, Arabic Language, and Islamic Family Law Toward an Advanced Society”, kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi para akademisi, peneliti, dan cendekiawan dari berbagai negara untuk berbagi gagasan serta hasil penelitian terkait perkembangan keilmuan Islam dalam menghadapi perubahan global.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Agus Maimun selaku Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menekankan bahwa konferensi ini merupakan wadah akademis yang mengintegrasikan kearifan nilai-nilai Islam dengan kemajuan sains modern, kepastian hukum, efektivitas pendidikan, dinamika ekonomi, serta kepekaan terhadap isu-isu humaniora. Ia menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat kepada para presenter, dan tamu undangan lainnya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini baik dari dalam maupun luar negeri.

Selanjutnya Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Drs. H. Basri, M.A., Ph.D., secara resmi membuka gelaran The 5th International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics, and Humanity. Dalam sambutannya mewakili Rektor UIN Malang, ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya melihat antusiasme ratusan peserta serta akademisi dari berbagai lembaga dan negara yang hadir. Beliau menegaskan bahwa tema yang diusung dalam konferensi tahun ini sangat krusial dan strategis dalam menghadapi tantangan disrupsi global. “Mengintegrasikan nilai-nilai keilmuan Islam dengan kemajuan sains modern, hukum, pendidikan, ekonomi, hingga humaniora merupakan hal yang sangat penting untuk membangun masyarakat yang maju dan tangguh,” ujarnya. Lebih lanjut, pihaknya berharap forum internasional ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan mampu menjadi ruang produktif bagi pertukaran gagasan intelektual, lahirnya inovasi ilmiah, serta penguatan jaringan kolaborasi riset antarpeneliti di tingkat global.
Sementara itu, Keynote Speaker disampaikan oleh Dr. H. Ruchman Basori, M.Ag., Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan, Sekjen Kementerian Agama RI. Konferensi ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi dan pakar baik luar mapun dalam negeri diantaranya:Mr. Kun Rahadian (Deputy Consul-General, Konsulat Jenderal Australia di Surabaya), Mr. Michael Walker (Perwakilan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya), Dr. Anita Dewi (Charles Sturt University, Australia), Surya Maya (Melbourne, Australia), dan Prof. Dr, Esa Nur Wahyuni, M.Pd. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).

Melalui penyelenggaraan 5th IC-ISLEH 2026, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang terbuka, kolaboratif, dan responsif terhadap perkembangan global. Forum ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat kembali khazanah keilmuan Islam serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan akademik yang relevan bagi pembangunan masyarakat yang maju.






