Malang – Rangkaian International Conference on Islamic Studies, Language, Education, and Humanities (IC ISLEH) memasuki hari kedua dengan agenda akademik yang semakin intensif. Kegiatan hari kedua diarahkan pada pemetaan dan pendalaman gagasan ilmiah berdasarkan kategori keilmuan melalui sesi parallel room, sekaligus ditutup dengan agenda pengumuman paper terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi akademik peserta.
Sesi parallel room menjadi salah satu bagian utama dalam pelaksanaan konferensi. Para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian dan gagasan akademiknya pada ruang-ruang diskusi yang disusun berdasarkan bidang atau kategori keilmuan masing-masing. Pembagian tersebut memungkinkan proses presentasi dan diskusi berlangsung secara lebih fokus, sistematis, serta sesuai dengan karakteristik disiplin ilmu yang dikaji.
Melalui pemetaan berdasarkan kategori keilmuan, berbagai tema penelitian yang dipresentasikan dapat ditempatkan dalam perspektif akademik yang lebih terstruktur. Proses ini sekaligus memperlihatkan keluasan isu yang berkembang dalam kajian Islam, bahasa, pendidikan, humaniora, serta bidang-bidang terkait lainnya.
Dalam setiap parallel room, peserta tidak hanya menyampaikan substansi penelitian, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berdialog dengan akademisi dan peneliti lainnya. Sesi tanya jawab menjadi ruang penting untuk menguji argumentasi, pendekatan metodologis, temuan penelitian, serta relevansi hasil kajian terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Interaksi akademik yang berlangsung dalam parallel room juga mendorong terbentuknya perspektif interdisipliner. Perbedaan latar belakang keilmuan para peserta membuka peluang untuk memperkaya sudut pandang terhadap suatu persoalan. Dengan demikian, konferensi tidak sekadar menjadi forum penyampaian hasil penelitian, tetapi juga menjadi ruang konstruksi pengetahuan melalui dialog dan pertukaran gagasan.
Selain agenda presentasi dan diskusi ilmiah, hari kedua IC ISLEH juga diisi dengan pengumuman paper terbaik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap karya ilmiah peserta yang menunjukkan kualitas akademik dan kontribusi terhadap pengembangan keilmuan.
Penilaian terhadap karya ilmiah dalam forum konferensi pada dasarnya memperhatikan sejumlah aspek akademik, antara lain relevansi topik, kebaruan gagasan, ketepatan metodologi, kualitas argumentasi, kedalaman analisis, serta kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Pengumuman paper terbaik sekaligus memberikan motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiahnya.
Agenda tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam rangkaian IC ISLEH karena mempertemukan proses presentasi, pemetaan keilmuan, diskusi akademik, dan apresiasi terhadap karya ilmiah dalam satu rangkaian kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa konferensi diarahkan tidak hanya sebagai forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat jejaring akademik dan mendorong lahirnya kolaborasi penelitian.
Melalui pelaksanaan hari kedua, IC ISLEH semakin menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang mempertemukan beragam perspektif keilmuan. Pemetaan berdasarkan kategori ilmiah melalui parallel room memberikan struktur bagi pertukaran gagasan, sementara pengumuman paper terbaik menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi peserta dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
Rangkaian kegiatan IC ISLEH diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan tradisi akademik, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan di bidang keilmuan Islam, bahasa, pendidikan, humaniora, dan bidang-bidang terkait.





