MIU Login

S3 PBA Pascasarjana UIN Malang Matangkan Peta Keilmuan melalui FGD Dosen Rumpun Keilmuan

Malang, 12 September 2026 — Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Arab (S3 PBA) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memperkuat fondasi akademiknya melalui penguatan rumpun keilmuan dosen. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Dosen Rumpun Keilmuan S3 PBA yang dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, secara daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menjadi ruang akademik penting bagi para dosen untuk melakukan pemetaan, pendalaman, dan penguatan rumpun keilmuan yang menjadi basis pengembangan pendidikan doktoral di S3 PBA. FGD dihadiri oleh dosen yang memiliki kepakaran dalam empat rumpun utama, yaitu Linguistik, Pedagogik, Metodologi, serta Mata Kuliah Dasar Keuniversitasan.

Keempat rumpun tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keilmuan S3 PBA yang tidak hanya kuat dalam penguasaan bahasa Arab, tetapi juga mampu mengintegrasikan aspek teori, pedagogi, metodologi penelitian, dan nilai-nilai keuniversitasan.

FGD ini tidak sekadar menjadi forum diskusi antardosen, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali posisi dan kontribusi setiap rumpun keilmuan dalam keseluruhan bangunan akademik Program Doktor Pendidikan Bahasa Arab.

Rumpun Linguistik menjadi salah satu fondasi utama dalam pengembangan kajian bahasa Arab, baik dari perspektif linguistik klasik, modern, maupun kontemporer. Sementara itu, rumpun Pedagogik memberikan landasan bagi pengembangan teori dan praktik pendidikan bahasa Arab yang relevan dengan dinamika pembelajaran abad ke-21.

Pada sisi lain, rumpun Metodologi memiliki peran strategis dalam memperkuat kapasitas mahasiswa doktor dalam menghasilkan penelitian yang kokoh secara epistemologis, metodologis, dan akademik. Adapun Mata Kuliah Dasar Keuniversitasan menjadi penguat karakter akademik dan nilai-nilai keilmuan yang menjadi identitas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sinergi keempat rumpun tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan doktoral yang komprehensif dan multidimensional.

Melalui FGD ini, para dosen berdiskusi mengenai posisi, ruang lingkup, serta kontribusi masing-masing rumpun keilmuan dalam mendukung pencapaian profil lulusan dan kompetensi mahasiswa S3 PBA.

Forum juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan persepsi di antara dosen sehingga pengembangan keilmuan program studi tidak berjalan secara parsial, tetapi terarah dalam satu desain akademik yang saling terhubung.

Penguatan rumpun keilmuan menjadi semakin penting di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Pendidikan doktoral dituntut tidak hanya mampu mempertahankan kedalaman keilmuan, tetapi juga responsif terhadap perkembangan riset, teknologi digital, kecerdasan artifisial, serta perubahan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, FGD dosen rumpun keilmuan menjadi salah satu ikhtiar S3 PBA untuk memastikan bahwa setiap bidang keilmuan memiliki posisi yang jelas sekaligus dapat berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Pendidikan Bahasa Arab.

FGD ini sekaligus menunjukkan komitmen S3 PBA Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk terus melakukan penguatan akademik secara berkelanjutan. Setiap rumpun keilmuan diarahkan untuk tidak hanya menjadi ruang spesialisasi, tetapi juga menjadi bagian dari jejaring keilmuan yang saling memperkaya.

Dengan penguatan rumpun Linguistik, Pedagogik, Metodologi, dan Mata Kuliah Dasar Keuniversitasan, S3 PBA Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus menata fondasi akademiknya agar mampu melahirkan doktor Pendidikan Bahasa Arab yang memiliki kedalaman keilmuan, ketajaman metodologis, wawasan pedagogis, serta karakter akademik yang kuat. Dari satu ruang virtual, lahir gagasan untuk memperkuat bangunan keilmuan. Dari sinergi para dosen, S3 PBA meneguhkan langkah menuju pendidikan doktoral yang integratif, adaptif, dan berdaya saing. (MM)

Berita Terkait