MIU Login

Busahwi Ujian Promosi Doktor S3 Pendidikan Agama Islam, Bahas Konstruksi Pemikiran Kiai Madura tentang Moderasi Beragama di Pesantren

Malang – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor (S3) Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pada kesempatan tersebut, Busahwi mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul:

“Konstruksi Kiai Madura Tentang Pendidikan Moderasi Beragama di Pesantren (Studi Kasus di Pesantren Al-Hikam Bangkalan, Pesantren Assirojiyyah Kajuk Sampang, dan Pesantren Nurul Hikmah Blumbungan Pamekasan)”.

Sidang promosi doktor yang berlangsung di hadapan tim promotor dan dewan penguji tersebut mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan kehidupan sosial keagamaan di Indonesia, yakni pendidikan moderasi beragama dalam lingkungan pesantren. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dan praktik pendidikan yang dikembangkan oleh para kiai di Madura dalam menanamkan nilai-nilai moderasi kepada para santri.

Dalam pemaparannya, Busahwi menjelaskan bahwa para kiai memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir dan karakter keagamaan santri. Melalui pendidikan pesantren, para kiai tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga menanamkan nilai-nilai toleransi, keseimbangan, keadilan, dan sikap menghargai perbedaan sebagai bagian dari ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Penelitian yang dilakukan di Pesantren Al-Hikam Bangkalan, Pesantren Assirojiyyah Kajuk Sampang, dan Pesantren Nurul Hikmah Blumbungan Pamekasan menunjukkan bahwa moderasi beragama dipahami sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pemahaman agama yang kokoh dengan keterbukaan terhadap realitas sosial yang beragam. Para kiai mengembangkan pendidikan moderasi melalui keteladanan, pengajaran kitab-kitab klasik, kegiatan keagamaan, serta interaksi sosial yang membangun sikap inklusif di kalangan santri.

Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa konstruksi pemikiran para kiai Madura mengenai moderasi beragama berakar kuat pada tradisi pesantren dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Nilai-nilai tersebut diwujudkan dalam praktik pendidikan yang menekankan pentingnya menghormati perbedaan, menghindari sikap ekstrem, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Melalui disertasinya, Busahwi berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat implementasi moderasi beragama di lingkungan pesantren. Selain itu, penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi para akademisi, praktisi pendidikan, dan pengelola pesantren dalam mengembangkan model pendidikan yang mampu melahirkan generasi muslim yang moderat, toleran, dan berwawasan kebangsaan.

Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademik Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam bidang pendidikan moderasi beragama dan penguatan karakter kebangsaan di lingkungan pesantren.

Berita Terkait