Batu– Program Doktor Pendidikan Agama Islam (S3 PAI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan ujian disertasi dengan menghadirkan kajian yang mengangkat kearifan budaya lokal sebagai media pendidikan karakter. Disertasi yang diujikan berjudul “Tembang Dolanan Sebagai Media Budaya Kultural untuk Transformasi Nilai Karakter Religius (Studi Kasus di SD Tamansiswa Jetis Kota Yogyakarta)”.
Ujian disertasi ini menjadi momentum akademik penting dalam mengkaji relevansi budaya tradisional sebagai sarana pembentukan karakter religius peserta didik di tengah tantangan pendidikan modern. Melalui penelitian tersebut, promovendus menegaskan bahwa tembang dolanan tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya yang menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai edukatif, moral, dan spiritual yang dapat diinternalisasikan dalam proses pendidikan.
Dalam disertasinya, promovendus mengupas secara mendalam bagaimana tembang dolanan sebagai bagian dari budaya Jawa memiliki potensi besar sebagai media kultural untuk mentransformasikan nilai-nilai karakter religius pada anak usia sekolah dasar. Penelitian yang mengambil lokasi di SD Tamansiswa Jetis Kota Yogyakarta ini menunjukkan bahwa tembang dolanan dapat menjadi instrumen pendidikan yang efektif dalam menanamkan sikap religius, etika, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur kehidupan.

Kajian ini berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan karakter tidak hanya dapat dibangun melalui pendekatan formal di ruang kelas, tetapi juga melalui medium budaya yang dekat dengan kehidupan anak. Tembang dolanan, dengan lirik, makna, dan pesan moral yang terkandung di dalamnya, menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan budaya lokal secara harmonis.
Dalam perspektif Pendidikan Agama Islam, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan model pendidikan karakter religius yang berbasis kearifan lokal. Nilai-nilai religius tidak dipahami secara normatif semata, melainkan dihadirkan dalam praktik budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dengan demikian, pendidikan agama tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan sosial peserta didik melalui pendekatan budaya yang membumi.

Disertasi ini juga memperlihatkan bahwa integrasi antara budaya lokal dan pendidikan agama merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas peserta didik, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya bangsa. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian cepat, penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal menjadi salah satu ikhtiar penting untuk membentuk generasi yang religius, berakhlak, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.
Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen mendorong lahirnya karya-karya akademik yang tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan kontemporer. Ujian disertasi ini menjadi salah satu bukti kontribusi nyata Program Doktor Pendidikan Agama Islam dalam menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang memperkaya khazanah keilmuan Islam, pendidikan, dan kebudayaan.







