
MALANG – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (S2 PBA) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Dua mahasiswanya, Farah Faihatun Nabilah (asal Gresik) dan Qushayyi Akbar Editia, berhasil lolos seleksi dan terpilih menjadi pemakalah dalam The 3rd International Conference “The Arabic Language in the Modern Era: Literacy Opportunities Challenge”. Konferensi bergengsi ini diselenggarakan oleh International Islamic College Bangkok, Kirik University, Thailand, yang akan digelar pada 9 Oktober 2025 mendatang.
Berdasarkan surat penerimaan nomor 010 tertanggal 26 Agustus 2025 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Jaran Maluleem selaku Conference Manager, makalah kedua mahasiswa yang berjudul “Linguistic Strategies in Commercial Naming in Saudi Arabia: A Phenomenological Study of Translation and Transliteration on Storefront Signs” dinyatakan diterima setelah melalui proses peer-review yang ketat. Komite review menilai makalah tersebut memiliki nilai akademik yang signifikan dan sesuai dengan tema konferensi.
Penelitian yang mereka ajukan mengkaji strategi linguistik pada penamaan komersial di Arab Saudi, khususnya fenomena transliterasi dan terjemahan pada papan nama toko. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis, penelitian ini menganalisis bagaimana merek global bernegosiasi dengan bahasa lokal untuk menjaga identitas sekaligus memastikan keterbacaan oleh masyarakat luas. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi bidang sosiolinguistik visual.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kapasitas akademik dan pengalaman yang dimiliki keduanya. Farah Faihatun Nabilah, misalnya, memiliki segudang pengalaman di bidang bahasa dan pendidikan. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor ini pernah menjadi pemateri dalam acara “Speech Camp” dan “Drilling Speaking Method”, serta menjadi pembimbing bahasa dan guru di Gontor Putri 1 selama kurang lebih lima tahun. Sementara Qushayyi Akbar juga menunjukkan dedikasi serupa dalam dunia akademik Bahasa Arab.
Prof. Dr. H. R. Taufiqur Rochman, M.A., Kaprodi S2 PBA UIN Malang, menyambut baik prestasi ini. “Ini adalah bukti nyata bahwa kualitas mahasiswa S2 PBA UIN Malang tidak kalah di kancah internasional. Kami sangat mendukung dan bangga dengan pencapaian Farah dan Qushayyi. Semoga ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkolaborasi,” ujarnya.
Konferensi internasional ini menjadi platform bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia untuk berbagi insight terkait tantangan dan pelajaran literasi bahasa Arab di era modern. Keikutsertaan dua mahasiswa UIN Malang ini tidak hanya mempromosikan nama baik kampus, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam perkembangan keilmuan Bahasa Arab secara global. Kedua mahasiswa saat ini sedang mempersiapkan presentasi mereka sesuai panduan yang diberikan dan diharapkan dapat memberikan performa terbaik di Thailand nanti. (TAFT)





