BATU – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melahirkan kurikulum terbaru, MPBA 2.6. Hal ini mengemuka dalam Workshop Kurikulum S2 dan S3 PBA yang berlangsung khidmat di Gedung B.301 Pascasarjana Kampus 2 UIN Malang, Batu, Kamis (11/6/2026).
Kurikulum baru ini dirancang lebih adaptif, fleksibel, dan modern dengan memadukan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan ciri khas Ulul Albab Based Education (UBE). Langkah ini merupakan strategi prodi untuk melestarikan trademark “Kampus Ulul Albab”, sekaligus menjawab tantangan disrupsi teknologi digital, Artificial Intelligence (AI), dan dinamika kebutuhan pasar global yang kian bervariasi.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian penyempurnaan kurikulum yang matang, menyusul Workshop Kurikulum OBE dan Mata Kuliah Keuniversitasan (12-13 Mei 2026) serta Workshop Kurikulum OBE Pascasarjana (10/6) bersama Prof. Dr. Yusuf Hanafi.
Agilitas Kurikuler dan Tri-Pathway Capstone
Ketua Prodi S2 PBA, Prof. Dr. H. R. Taufiqur Rochman, M.A., dalam paparannya menegaskan bahwa MPBA 2.6 adalah manifestasi dari keadilan epistemologis dan efisiensi akademik.
“Prodi S2 PBA memangkas redundansi mata kuliah sehingga total beban studi menjadi 36 SKS yang dapat ditempuh minimal dalam 3 semester. Yang paling inovatif, kami mendobrak dikotomi konvensional dengan membuka Tri-Pathway untuk tugas akhir. Mahasiswa tidak hanya diwajibkan menulis tesis, tetapi bisa memilih jalur produk inovatif (HKI) atau publikasi internasional bereputasi (Scopus/WoS),” ujar Prof. Taufiq di hadapan forum.
Paparan kurikulum S2 PBA ini disambut antusias oleh narasumber utama, Guru Besar Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. H. M. Ainin. Menurutnya, keputusan prodi untuk menggabungkan mata kuliah yang beririsan, menetapkan batas minimal 36 SKS, serta mendiversifikasi luaran tugas akhir adalah langkah cerdas dan maju.
“Ada beberapa catatan kecil yang perlu kita pikirkan bersama, namun secara fundamental kurikulum baru ini telah memperbaiki banyak kelemahan dari kurikulum lama. Ke depan, evaluasi berkala maksimal dua tahun sekali harus menjadi budaya, mengingat siklus OBE terus berevolusi dari OBC ke OBLT, lalu ke OBAEI,” pesan Prof. Ainin.
Kolaborasi Ekosistem Luas Pendidikan Bahasa Arab
Workshop yang dimoderatori oleh Sekprodi S2 PBA, Dr. Ach. Nashichuddin, MA, ini dihadiri oleh jejaring ekosistem pendidikan bahasa Arab yang sangat komprehensif. Hadir dalam forum tersebut Wakil Rektor IV UIN Malang Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, M.A., Ketua Asosiasi IMLA Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A., Asesor LAMDIK Prof. Dr. Danial Hilmi, M.Pd., serta Kepala Pusat Bahasa Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd.

Kehadiran para pengguna lulusan juga menjadi bukti kuatnya relevansi prodi dengan dunia kerja, di antaranya Dr. M. Fadli Ramadhan (UMM), Dr. Nur Hasan (Unisma), dan Dr. Imamuddin Mukhtar (PP Mambaul Ulum) yang juga merupakan alumni lengkap S1, S2, dan S3 PBA UIN Malang. Turut hadir jajaran Kasekprodi S1 PBA (Dr. Ahmad Mubaligh, M.H.I dan Risna Rianti Sari, M.Pd.I), Kasekprodi S2 PBA (Prof. Dr. H. R. Taufiqur Rochman, M.A. dan Dr. Ach. Nashichuddin, MA), serta Kasekprodi S3 PBA (Prof. Dr. Muassomah, M.Si., M.Pd dan Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, M.A.).
Membuka acara, Sekprodi S3 PBA, Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, M.A., menyampaikan bahwa integrasi kurikulum S2 dan S3 harus bermuara pada satu tujuan besar. “Kami berharap workshop ini benar-benar menghasilkan kurikulum yang ideal, yang tidak hanya dibutuhkan mahasiswa hari ini, tetapi juga mengantar alumni meraih cita-cita profesionalnya di masa depan,” harap Prof. Bisri.
Menuju Kelas Dunia yang Berakar pada “Ulul Albab”
Sesi diskusi berlangsung kritis dan konstruktif. Para audiens sepakat bahwa di level magister, mumarasah (pembiasaan berbahasa Arab) dan penggunaan bahasa Arab sebagai pengantar utama di dalam kelas adalah sebuah keniscayaan. Selain itu, disepakati perlunya penyelarasan visi-misi antar-jenjang (Universitas, Pascasarjana, dan Prodi), penguatan tracer study, serta penyusunan roadmap penelitian dan pengembangan prodi yang visioner.
Sebagai prodi S2 PBA pertama di Indonesia yang sejak awal hingga kini konsisten mempertahankan predikat Akreditasi Unggul, lahirnya MPBA 2.6 menjadi bukti komitmen Pascasarjana UIN Malang. Kurikulum ini tidak hanya bertujuan mencetak lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga melahirkan generasi Ulul Albab yang berintegritas, inovatif, dan siap memberikan maslahat bagi peradaban global.[TAFT]





