Batu, 21 April 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan workshop penyusunan kurikulum Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan program studi, dosen, serta tim pengembang kurikulum di lingkungan Pascasarjana.
Workshop ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebijakan nasional yang mendorong perguruan tinggi untuk memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran yang diperoleh seseorang melalui pengalaman kerja, pelatihan, maupun pendidikan nonformal. Melalui RPL, individu yang telah memiliki pengalaman profesional dapat memperoleh pengakuan akademik yang setara, sehingga mempercepat proses studi tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Dalam sambutannya, pimpinan Pascasarjana menegaskan bahwa penyusunan kurikulum RPL bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi merupakan transformasi paradigma pendidikan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Ia menekankan bahwa kurikulum yang disusun harus tetap mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi, namun mampu mengakomodasi beragam latar belakang dan pengalaman mahasiswa.
“RPL memberikan peluang besar bagi masyarakat luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum yang kita susun harus benar-benar mampu menjamin mutu, relevansi, dan akuntabilitas,” ujarnya.
Selama workshop berlangsung, peserta mendapatkan pemaparan materi terkait konsep dasar RPL, mekanisme asesmen, serta strategi penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran. Diskusi berlangsung aktif, dengan berbagai masukan dari peserta mengenai tantangan implementasi RPL di tingkat program studi, termasuk dalam hal penilaian portofolio, penyetaraan mata kuliah, hingga penjaminan mutu akademik.
Salah satu fokus utama dalam workshop ini adalah bagaimana merancang kurikulum yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga tetap menjaga integritas akademik. Para peserta diajak untuk merumuskan struktur kurikulum yang mampu mengintegrasikan pengalaman kerja mahasiswa ke dalam sistem pembelajaran formal, sehingga tercipta sinergi antara teori dan praktik.
Selain itu, workshop ini juga menjadi ajang koordinasi antar program studi dalam menyamakan persepsi terkait implementasi RPL. Hal ini penting agar kebijakan yang diterapkan memiliki standar yang seragam dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif.
Para peserta menyambut baik pelaksanaan workshop ini. Mereka menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai RPL serta langkah-langkah teknis dalam penyusunan kurikulum. Diharapkan, hasil dari workshop ini dapat segera diimplementasikan dalam program studi masing-masing.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut yang mencakup finalisasi dokumen kurikulum RPL, penyusunan pedoman asesmen, serta penguatan sistem penjaminan mutu. Pascasarjana UIN Malang berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi dalam bidang pendidikan guna menjawab tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Melalui workshop ini, Pascasarjana UIN Malang menunjukkan keseriusannya dalam mendukung kebijakan pendidikan nasional serta memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas. Dengan implementasi RPL yang baik, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pendidikan tinggi secara lebih fleksibel dan relevan dengan pengalaman yang dimiliki.







