
Oleh: Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I Barang siapa tidak mampu mengimbangi kecepatam perubahan, maka ia akan tergilas roda zaman. Ungkapan itu rasanya ada benarnya manakala lembaga pendidikan Islam tidak mampu memahami dinamika perubahan saat ini dan bagaimana menyikapinya. Dalam QS. Ar-Rad:11 ditegaskan: إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ
Oleh: Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I Memenangi persaingan dengan lembaga pendidikan lainnya harus dalam hal kualitas dan layanan pendidikan menjadi tantangan riil yang setiap saat harus dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam. Disinilah dibutuhkan strategi yang mantap dalam memenangi persaingan tersebut. Persaingan di dalam menyelenggarakan layanan pendidikan yang berkualitas merupakan
Oleh : Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I Layaknya sebuah pedang yang bermata dua, faktor penggerak kemajuan maupun kemunduran lembaga pendidikan Islam sesungguhnya dipengaruhi tiga hal, yakni perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), maupun faktor yang berbentuk manusia sebagai pelakunya (brainware). Kesemuanya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Andaikata ketiganya dijalankan
Oleh Prof. Dr. Baharuddin, M. Pd.I Dari tahun ke tahun, masyarakat kita semakin sadar dan cerdas dalam menilai kualitas lembaga pendidikan Islam. Semakin derasnya informasi yang dapat diakses dari mana saja (ruang sosial hingga ruang virtual), membentuk pemikiran kritis di kalangan masyarakat untuk menilai keberadaan layanan lembaga pendidikan Islam
Oleh Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I Kepemimpinan di sekolah/madrasah tidak ada artinya manakala tidak didukung dengan komitmen dan kerja keras seluruh warga sekolah/madrasah untuk saling memperkuat (reinforced) satu sama lain. Sebab dengan adanya sikap seperti itu, segala persoalan dan dinamika yang muncul dalam pengelolaan sekolah/madrasah akan dapat dipecahkan dengan cepat
Oleh : Prof. Dr. H. Baharuddin, M.Pd.I Di tengah semakin marak dan gencarnya lembaga pendidikan dalam menawarkan pendidikan yang berkualitas, kepemimpinan dan manajemen menjadi kunci dalam memenangkan persaingan. Kepemimpinan dan manajemen menjadi satu kesatuan yang melebur sekaligus menggerakkan seluruh komponen lembaga pendidikan. Oleh karena itu, menjadi mustahil apabila sebuah lembaga