MIU Login

Zaedun Na’Im Raih Gelar Doktor S3 Manajemen Pendidikan Islam, dengan Disertasi tentang Strategi Pondok Pesantren dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Santri

Malang – Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan Ujian Promosi Doktor Program Studi Manajemen Pendidikan Islam. Pada kesempatan tersebut, Zaedun Na’Im berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Pondok Pesantren dalam Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Santri (Studi Multikasus di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dan Pesantren Kampus Ainul Yaqin Unisma Malang).”

Disertasi ini mengkaji bagaimana strategi pendidikan yang diterapkan di dua pesantren mahasiswa dalam membentuk jiwa kepemimpinan santri. Penelitian dilakukan dengan pendekatan multikasus untuk mengidentifikasi berbagai pola pembinaan kepemimpinan yang efektif, mulai dari proses kaderisasi, pembiasaan tanggung jawab, hingga penguatan karakter melalui aktivitas akademik, organisasi, dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

Dalam sidang promosi doktor, Zaedun Na’Im memaparkan bahwa keberhasilan pembentukan jiwa kepemimpinan santri tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran formal, tetapi juga oleh keteladanan para pengasuh, budaya pesantren yang kondusif, serta keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan organisasi. Model pembinaan tersebut dinilai mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi kepemimpinan, integritas moral, serta kesiapan menghadapi tantangan di masyarakat.

Tim promotor dan dewan penguji memberikan berbagai masukan akademik guna memperkaya hasil penelitian. Setelah melalui proses tanya jawab dan pembahasan yang komprehensif, Zaedun Na’Im dinyatakan berhasil mempertahankan disertasinya dan berhak menyandang gelar Doktor (Dr.) pada bidang Manajemen Pendidikan Islam.

Keberhasilan ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan ilmu Manajemen Pendidikan Islam, khususnya dalam memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berpengetahuan luas, tetapi juga mampu mencetak pemimpin yang berkarakter, visioner, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.

Ujian promosi doktor tersebut ditutup dengan sesi foto bersama keluarga, promotor, serta dewan penguji sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik yang telah diraih. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para akademisi dan praktisi pendidikan untuk terus mengembangkan model pendidikan pesantren yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Berita Terkait