Batu– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Ujian Promosi Doktor dengan peserta Dr. Risna Rianti Sari. Dalam sidang promosi tersebut, ia mempresentasikan hasil disertasinya yang mengkaji praktik translanguaging sebagai pendekatan inovatif dalam pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi. Penelitian ini menawarkan perspektif baru mengenai pemanfaatan berbagai bahasa secara bersamaan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif di lingkungan pendidikan multibahasa.
Disertasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag. sebagai promotor dan Dr. Hj. Mamluatul Hasanah, M.Pd. sebagai ko-promotor. Penelitian dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa mahasiswa di perguruan tinggi berasal dari latar belakang kebahasaan yang beragam, sehingga proses pembelajaran bahasa Arab sering kali memerlukan strategi yang mampu menjembatani perbedaan kemampuan bahasa sekaligus mendukung tercapainya kompetensi berbahasa secara optimal.

Melalui penelitian ini, Dr. Risna Rianti Sari mengkaji praktik translanguaging, yaitu penggunaan lebih dari satu bahasa secara dinamis dalam proses pembelajaran. Berbeda dengan pandangan yang menganggap penggunaan bahasa selain bahasa Arab sebagai hambatan, penelitian ini justru menunjukkan bahwa translanguaging dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif untuk membantu mahasiswa memahami materi sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa Arab.
Penelitian dilakukan pada berbagai mata kuliah keterampilan bahasa Arab di perguruan tinggi dengan menelaah bagaimana dosen dan mahasiswa memanfaatkan berbagai sumber bahasa selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik translanguaging muncul dalam tiga bentuk utama, yaitu translanguaging antarbahasa, translanguaging intrabahasa, dan translanguaging antarsimbol. Ketiga bentuk tersebut digunakan secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan pembelajaran dan karakteristik materi yang diajarkan.

Selain itu, penelitian juga menemukan adanya praktik metalinguistik yang meliputi aspek leksikal, gramatikal, dan pragmatik. Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari makna kosakata dan struktur bahasa Arab, tetapi juga memahami fungsi penggunaan bahasa sesuai konteks komunikasi. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih aktif membandingkan, menganalisis, dan merefleksikan penggunaan bahasa yang mereka kuasai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa translanguaging memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Arab. Strategi ini membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan dengan lebih baik sekaligus mendukung pengembangan empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pemanfaatan berbagai bahasa secara terarah memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman secara bertahap tanpa kehilangan fokus pada penguasaan bahasa Arab sebagai bahasa sasaran.
Tidak hanya berdampak pada aspek linguistik, translanguaging juga berkontribusi dalam menjaga dan menghargai identitas kebahasaan mahasiswa di lingkungan pendidikan yang multibahasa. Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak perlu meninggalkan bahasa yang telah mereka kuasai, melainkan dapat memanfaatkannya sebagai jembatan untuk memahami bahasa Arab secara lebih efektif. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih inklusif, menghargai keberagaman, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan partisipatif.

Melalui ujian promosi doktor ini, Dr. Risna Rianti Sari memberikan kontribusi akademik yang penting bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Disertasinya menegaskan bahwa translanguaging bukan sekadar praktik penggunaan berbagai bahasa dalam kelas, melainkan sebuah pendekatan pedagogis yang mampu meningkatkan kompetensi berbahasa, memperkuat identitas kebahasaan mahasiswa, serta menjawab tantangan pembelajaran bahasa Arab di era pendidikan multibahasa. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan model pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik di masa depan.







