MIU Login

Semarak Budaya di Kampus: Pesona Adat Jawa Tengah Pascasarjana Pukau Defile HUT ke-81 Republik Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Lapangan utama civitas akademika hari ini berubah menjadi panggung keagungan budaya. Di antara derap langkah peserta defile Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, barisan Pascasarjana dengan nomor urut 11, berhasil mencuri perhatian ribuan pasang mata. Mengusung keanggunan adat Jawa Tengah, para akademisi dan mahasiswa jenjang magister serta doktor ini membuktikan bahwa semangat kebangsaan dan pelestarian tradisi berjalan selaras di lingkungan tinggi.
Sejak pagi hari, suasana khidmat namun meriah sudah terasa. Barisan defile Pascasarjana dipimpin langsung oleh Dr. M. Zubad Nurul Yakin, M.Pd yang tampil anggun mengenakan beskap hitam lengkap dengan kain batik, dan mahkota diiringi oleh barisan bidadari yang mengenakan kebaya beludru berwarna merah marun bernuansa klasik yang memancarkan pesona keanggunan keraton.
Tidak sekadar berbaris, defile Pascasarjana menyajikan koreografi berjalan dan menari yang teratur diiringi lantunan alunan irama gamelan ala Jawa Tengah yang menggema. Langkah perlahan tapi pasti dari para civitas akademika menggambarkan nilai kebersamaan yang menjadi akar kebudayaan Jawa.
Tak hanya menonjolkan estetika tradisi, barisan Pascasarjana juga membawa misi krusial terkait keberlanjutan lingkungan melalui kampanye Eco Green Campus. Pemandangan unik tersaji saat deretan sepeda kayuh dan sepeda listrik tampil dan menjadi simbol nyata transisi mobilitas rendah emisi yang mulai digalakkan di lingkungan kampus. Di sela-sela barisan, peserta juga membawa properti tempat sampah sebagai pesan edukasi mengenai disiplin pengelolaan limbah. Puncaknya, aksi simbolis pelepasan burung ke angkasa oleh dosen dan tendik memberikan pesan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar soal kedaulatan bangsa, melainkan juga tentang memerdekakan alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di kampus tahun ini menjadi cermin bahwasanya Pascasarjana tidak hanya menjadi benteng intelektual, tetapi juga garda terdepan dalam merawat identitas dan warisan budaya nusantara. (LF dkk).

Berita Terkait