MIU Login

Doktor MPI Pascasarjana UIN Malang Temukan IVID-MODEL: Model Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam Berbasis Nilai Islam untuk Membangun Reputasi Madrasah di Era Digital

Malang, 1 Juli 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Lantai IV Gedung SBY Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. M. Dwi Cahyono, guru MIN 1 Kota Malang, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Strategi Komunikasi Kehumasan dalam Membangun Reputasi Madrasah di Era Digital (Studi Multisitus di MIN 1 dan MIN 2 Kota Malang).”

Disertasi ini tidak hanya menghasilkan temuan empiris mengenai strategi komunikasi kehumasan madrasah, tetapi juga melahirkan Islamic Values-Based Integrated Digital Reputation Management Model (IVID-MODEL), sebuah model yang memperluas kajian fungsi inti manajemen komunikasi sebagia manjamen strtaegis strategis dalam membangun reputasi, kepercayaan publik, dan daya saing lembaga pendidikan Islam di era transformasi digital.

Menjawab Research Gap Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam

Transformasi digital dan berkembangnya fenomena post-truth telah mengubah cara masyarakat membangun persepsi terhadap lembaga pendidikan. Reputasi madrasah tidak lagi hanya ditentukan oleh mutu layanan pendidikan, tetapi juga oleh kemampuan lembaga mengelola komunikasi melalui word of mouth, electronic word of mouth (e-WOM), media sosial, website, dan berbagai platform digital yang membentuk opini publik secara cepat. Dalam situasi tersebut, kepercayaan masyarakat menjadi aset strategis bagi keberlangsungan dan daya saing madrasah.

Berbagai penelitian sebelumnya lebih banyak mengkaji branding sekolah, media sosial, public relations, atau digital marketing secara parsial. Namun, belum banyak penelitian yang mengembangkan komunikasi sebagai sistem manajemen strategis yang terintegrasi, adaptif terhadap era digital, sekaligus berlandaskan nilai-nilai komunikasi Islam. Kesenjangan akademik tersebut menjadi dasar penting penelitian ini.

Sintesis Tiga Temuan Melahirkan IVID-MODEL

Melalui penelitian multisitus di MIN 1 Kota Malang dan MIN 2 Kota Malang, Dr. M. Dwi Cahyono berhasil melakukan sintesis terhadap tiga temuan hasil penelitian pada setiap fokus penelitian sehingga melahirkan Islamic Values-Based Integrated Digital Reputation Management Model (IVID-MODEL) sebagai model yang memperkuat Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam.

Temuan pertama menghasilkan konsep SMART-PRO (Systemic Management Architecture of Islamic Public Relations) sebagai fondasi ekosistem komunikasi lembaga yang dibangun melalui kepemimpinan strategis, budaya organisasi, tata kelola komunikasi, penguatan infrastruktur digital, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, dan internalisasi etika komunikasi Islam.

Temuan kedua menghasilkan konsep SIMMA (Strategic and Islamic-Based Media Management Actions) yang menjelaskan proses manajemen strategi komunikasi melalui analisis situasi, perencanaan komunikasi, diferensiasi platform digital, storytelling prestasi, public engagement, hingga adaptive crisis communication.

Temuan ketiga menghasilkan konsep AURA (Accountable Ummah-based Reputation Architecture) yang menunjukkan bahwa implementasi strategi komunikasi mampu meningkatkan legitimasi kelembagaan, transparansi organisasi, kepercayaan masyarakat, serta minat masyarakat terhadap madrasah.

Ketiga temuan tersebut kemudian disintesiskan menjadi IVID-MODEL, yaitu model Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam yang mengintegrasikan Input–Process–Output–Outcome (IPOO) dengan mekanisme Continuous Improvement melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). Model ini menjelaskan bahwa reputasi madrasah dibangun melalui pengelolaan komunikasi yang sistemik, strategi digital yang adaptif, dan internalisasi nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama terbentuknya kepercayaan masyarakat.

Kontribusi terhadap Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam

Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada bidang Manajemen Strategi Komunikasi Lembaga Pendidikan Islam, Digital Public Relations, Strategic Communication Management, dan Reputation Management.

Kebaruan utama penelitian ini terletak pada reposisi komunikasi kelembagaan dari fungsi administratif menjadi fungsi manajemen strategis yang menghubungkan kepemimpinan, budaya organisasi, tata kelola komunikasi, transformasi digital, dan nilai-nilai Islam dalam membangun institutional trust. Dengan demikian, komunikasi diposisikan sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan reputasi, daya saing, dan keberlanjutan mutu lembaga pendidikan Islam.

Perspektif Islam dan Filosofi Manajemen Pendidikan Islam

Dalam perspektif Islam, komunikasi merupakan amanah yang harus dijalankan berdasarkan prinsip ṣidq (kejujuran), amānah (tanggung jawab), tablīgh (menyampaikan kebenaran), dan faṭānah (kebijaksanaan), yang diwujudkan melalui konsep qaulan sadīdan, qaulan balīghan, qaulan ma‘rūfan, dan qaulan layyinan.

Secara filosofis, penelitian ini menegaskan bahwa reputasi madrasah tidak dibangun melalui pencitraan semata, tetapi melalui integrasi antara nilai-nilai Islam (Islamic values), tata kelola kelembagaan (good governance), manajemen strategi komunikasi (strategic communication management), dan tumbuhnya kepercayaan publik (institutional trust). Oleh karena itu, komunikasi dalam Manajemen Pendidikan Islam merupakan instrumen strategis untuk membangun legitimasi sosial, memperkuat daya saing lembaga, serta mewujudkan kemaslahatan dan keberlanjutan pendidikan Islam.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Dr. M. Dwi Cahyono dalam menghasilkan inovasi konseptual yang memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.

Menurut beliau, IVID-MODEL merupakan kontribusi ilmiah yang menjawab tantangan transformasi digital pendidikan Islam dengan menghadirkan paradigma baru bahwa komunikasi bukan lagi sekadar aktivitas kehumasan, melainkan bagian integral dari manajemen strategi lembaga pendidikan Islam. Model ini tidak hanya memperkuat teori komunikasi kelembagaan dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam, tetapi juga memiliki nilai implementatif sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan, pengembangan tata kelola komunikasi, serta penataan tugas pokok dan fungsi sumber daya manusia kehumasan pada madrasah, pesantren, sekolah Islam, maupun perguruan tinggi keagamaan Islam.

Beliau berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi nasional bahkan internasional bagi Kementerian Agama, pengelola lembaga pendidikan Islam, serta para akademisi dalam mengembangkan sistem komunikasi kelembagaan yang profesional, adaptif, terpercaya, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Lahirnya IVID-MODEL sekaligus semakin memperkuat posisi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan Manajemen Pendidikan Islam yang mampu melahirkan model-model inovatif bagi kemajuan pendidikan Islam di era digital.

Berita Terkait