MIU Login

Damanhuri Ujian Promosi Doktor S3 Pendidikan Agama Islam, Bahas Pendidikan Tarekat dalam Pembentukan Kepribadian Santri

Batu– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Ujian Promosi Doktor (S3) Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pada kesempatan tersebut, Damanhuri mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul:

“Studi Pendidikan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah dalam Pembentukan Kepribadian Santri (Studi Multi Situs di Pondok Pesantren Tri Bakti At-Taqwa dan Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa Way Jepara Lampung Timur)”.

Ujian promosi doktor yang dihadiri oleh tim promotor, dewan penguji, akademisi, serta keluarga berlangsung dengan penuh khidmat. Penelitian ini mengangkat peran pendidikan tarekat sebagai salah satu model pembinaan spiritual yang berkontribusi dalam pembentukan kepribadian santri di lingkungan pesantren.

Dalam pemaparannya, Damanhuri menjelaskan bahwa Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguatan spiritual, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter yang mampu membentuk kepribadian santri yang religius, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlakul karimah. Melalui berbagai amalan tarekat, seperti zikir, wirid, mujahadah, dan pembinaan ruhani yang dilakukan secara berkesinambungan, santri memperoleh pengalaman pendidikan yang menyentuh aspek intelektual, emosional, dan spiritual secara sekaligus.

Penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Tri Bakti At-Taqwa dan Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa Way Jepara, Lampung Timur, menunjukkan bahwa pendidikan tarekat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan kepribadian santri. Nilai-nilai seperti keikhlasan, kesabaran, ketaatan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab tumbuh melalui proses pembiasaan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.

Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa keberhasilan pendidikan tarekat sangat dipengaruhi oleh keteladanan para kiai dan mursyid, lingkungan pesantren yang kondusif, serta konsistensi pelaksanaan amalan-amalan spiritual. Faktor-faktor tersebut menjadi kekuatan utama dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Melalui disertasinya, Damanhuri berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan model pembinaan karakter berbasis nilai-nilai tasawuf. Pendidikan tarekat dinilai memiliki potensi besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, memiliki ketahanan moral, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan landasan spiritual yang kuat.

Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu bukti kontribusi akademik Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan pendidikan Islam. Penelitian tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam bidang pendidikan karakter dan spiritualitas pesantren.

Berita Terkait