Batu, 11 Juni 2026 – Salah satu momen paling menonjol dalam rangkaian International Academic Outreach Program adalah sesi Research Presentation Forum yang menjadi ruang nyata lahirnya ekosistem riset kolaboratif antara Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan International Islamic University Malaysia (IIUM). Tidak berhenti pada pertukaran gagasan tingkat institusi, kolaborasi ini diwujudkan secara langsung melalui keterlibatan aktif mahasiswa sebagai aktor utama dalam produksi dan diseminasi pengetahuan.
Sebanyak empat mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan satu mahasiswa International Islamic University Malaysia (IIUM) tampil sebagai presenter untuk memaparkan hasil penelitian terbaik mereka dalam forum ilmiah internasional. Kehadiran delapan peneliti muda dari dua negara tersebut menghadirkan atmosfer akademik yang hidup sekaligus menandai langkah konkret menuju penguatan jejaring riset lintas batas. Mereka adalah Shinta Maulidia (Magister Bahasa dan Sastra Arab), Salma Ali Salim Mansur (Magister Bahasa dan Sastra Arab), Diah Dina Aminati (Doktor Pendidikan Bahasa Arab), Muhammad Yahya Abdullah (Magister Pendidikan Bahasa Arab) dan Muhammad Zamri bin Abdul Gani (doctoral student of Arabic Language IIUM)
Forum presentasi berlangsung dinamis dalam nuansa akademik yang terbuka, kritis, dan kolaboratif. Para presenter tidak hanya menyampaikan temuan penelitian, tetapi juga memperlihatkan ketajaman berpikir dalam menjelaskan desain metodologi, argumentasi ilmiah, serta kontribusi riset terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan masyarakat kontemporer. Keragaman tema dan pendekatan yang diangkat menciptakan ruang dialog yang mempertemukan perspektif lokal dan internasional dalam satu panggung akademik.
Yang menarik, setiap presentasi tidak berhenti pada penyampaian hasil penelitian semata. Paparan para mahasiswa justru memantik antusiasme audiens untuk terlibat dalam diskusi yang intens dan reflektif. Beragam pertanyaan kritis, tanggapan akademik, serta pertukaran pengalaman riset mengalir sepanjang sesi dan membentuk suasana intelektual yang hangat namun produktif. Interaksi yang terbangun menunjukkan bahwa forum ini telah bergerak melampaui kegiatan seremonial menuju ruang kolaborasi keilmuan yang sesungguhnya.
Apresiasi yang diberikan oleh peserta dan narasumber menjadi indikator bahwa kualitas riset mahasiswa dari kedua institusi mampu menghadirkan percakapan akademik yang bermakna. Antusiasme mahasiswa terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi, keberanian mengemukakan argumentasi, serta kemampuan mempertahankan perspektif ilmiah secara terbuka dan konstruktif.
Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh pengalaman akademik internasional yang autentik—mulai dari mengasah kemampuan presentasi ilmiah, memperkuat komunikasi akademik global, membangun jejaring penelitian, hingga membuka peluang kolaborasi publikasi dan riset bersama pada masa mendatang.
Lebih jauh, kegiatan ini menegaskan bahwa kemitraan antara Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan International Islamic University Malaysia (IIUM) tidak hanya berorientasi pada kerja sama kelembagaan, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem riset kolaboratif global yang mampu melahirkan generasi akademisi yang produktif, adaptif, dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.







