MIU Login

Sekprodi MPI S3 Ikuti Rakernas APMAPI di UM, Bahas Kurikulum OBE dan Standarisasi CPL


Malang – Dr. Aminatuz Zuhriyah, selaku Sekretaris Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) S3 Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, turut berpartisipasi dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Program Studi Manajemen/Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) yang diselenggarakan di Universitas Negeri Malang (UM).

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Program Studi Manajemen Pendidikan Indonesia (APMAPI) yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD)
Kurikulum AP/MP/MPI/MPK/MPH pada 17–18 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh para akademisi dan pengelola program studi manajemen pendidikan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua APMAPI, Prof. Dr. H. Imron Arifin, Ketua Program Studi S2 dan S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, serta Koordinator Program Studi S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, Dr. Syunu Trihantoyo. Forum ini juga dihadiri oleh Pengurus ISMAPI, Prof. Muhammad Suriansyah, yang turut berperan aktif mengarahkan jalannya diskusi serta memberikan pandangan strategis terkait pengembangan kurikulum berbasis standar nasional dan global.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merespons perkembangan kebijakan pendidikan tinggi, khususnya terkait penerapan Outcome-Based Education (OBE) dan penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada jenjang S1, S2, hingga S3. Para pesertam sepakat bahwa kurikulum ke depan harus lebih adaptif, berorientasi pada capaian, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan global.

Pembahasan CPL menjadi salah satu fokus utama dalam forum ini. Pada jenjang S1, lulusan diharapkan mampu mengaplikasikan, memanfaatkan, dan mengadaptasikan pengetahuan dalam praktik pendidikan. Sementara pada jenjang S2, kompetensi diarahkan pada kemampuan mengembangkan dan menginovasikan solusi berbasis riset. Adapun pada
jenjang S3, lulusan dituntut mampu menghasilkan invensi yang benar-benar orisinal sesuai dengan KKNI Level 9, disertai publikasi ilmiah di jurnal nasional maupun internasional bereputasi serta kontribusi nyata bagi masyarakat. Meski demikian, rumusan ini masih bersifat sementara dan akan difinalisasi pada Rakernas APMAPI berikutnya yang direncanakan berlangsung pada September 2026 di Lampung.

Secara khusus, forum juga menegaskan bahwa pada skema program doktor berbasis riset (by research), mahasiswa diwajibkan menghasilkan minimal tiga publikasi pada jurnal terindeks Scopus sebagai syarat kelulusan. Ketentuan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas riset sekaligus memperkuat daya saing global perguruan
tinggi Indonesia.

Selain membahas kurikulum, Rakernas APMAPI 2026 juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkuat jejaring antar perguruan tinggi. Berbagai peluang kolaborasi dibuka, mulai dari penelitian bersama, publikasi ilmiah, hingga pengembangan kurikulum lintas institusi.

Partisipasi Dr. Aminatuz Zuhriyah dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Prodi MPI S3 Pascasarjana UIN Malang dalam meningkatkan mutu kurikulum dan daya saing lulusan. Hasil Rakernas ini nantinya akan menjadi acuan dalam pengembangan kurikulum yang lebih adaptif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan stakeholder.

Melalui keikutsertaan dalam forum nasional seperti Rakernas APMAPI, Pascasarjana UIN Malang terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berkualitas serta menghasilkan lulusan unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Hasil Rakernas dan FGD ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi seluruh program studi dalam melakukan pembaruan kurikulum
serta meningkatkan kualitas lulusan di semua jenjang. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Rakernas APMAPI 2026 menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia menuju sistem yang lebih berkualitas, relevan, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Berita Terkait