MIU Login

Pascasarjana UIN Malang Bersama LPPD Pemprov Jatim Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa Doktoral Penerima Beasiswa

Malang – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah bagi mahasiswa Program Doktor (S3) penerima beasiswa Pemprov Jatim Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Gedung SBY lantai IV, (Sabtu 29/11/2025) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa penerima beasiswa LPPD dari berbagai program studi, dengan tujuan meningkatkan kapasitas akademik dan mendorong percepatan publikasi ilmiah berbasis khazanah pesantren.

Direktur Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya integrasi kekayaan tradisi pesantren dengan budaya akademik riset modern.

“Mahasiswa program doktoral harus menjadi motor penggerak tradisi keilmuan pesantren yang berkelanjutan. Karya ilmiah bukan hanya syarat akademik, tetapi juga wujud kontribusi nyata terhadap peradaban Islam dan bangsa,” ujar Prof. Agus Maimun. Ia menambahkan bahwa Pascasarjana UIN Malang siap mendukung penuh mahasiswa dalam proses penyelesaian disertasi, publikasi, dan karya ilmiah lainnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, M.A., selaku Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur. Dalam pemaparannya, ia menekankan peran strategis beasiswa bagi peningkatan mutu sumber daya manusia pesantren.

“LPPD memberikan beasiswa bukan sekadar untuk menyelesaikan studi, tetapi untuk melahirkan intelektual pesantren yang dapat membawa pesantren ke level internasional. Mahasiswa doktoral harus tampil sebagai peneliti unggul yang berdaya saing,” tegas Prof. Abd. Halim Soebahar.

Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. H. Achmad Muhibin Zuhri, M.Ag. selaku Sekretaris LPPD. Ia mengusung tema “Grand Desain Riset Pesantren Perspektif Multi-Interdisipliner.”

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa penelitian tentang pesantren tidak boleh hanya terpaku pada dimensi historis atau religius semata. “Pesantren harus dilihat sebagai entitas sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan bahkan geopolitik. Karena itu, riset pesantren menuntut pendekatan multi dan interdisipliner agar hasil penelitian tidak parsial, tetapi komprehensif,” tutur Prof. Muhibin.

Ia juga menegaskan pentingnya integrasi metodologi klasik pesantren dengan metodologi penelitian modern untuk menciptakan kajian akademik yang otentik sekaligus ilmiah.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Ekon Winarto Eka Wahyudi, M.Pd., selaku Tim Editor LPPD. Ia memaparkan “Blue Print Publikasi Ilmiah Mahasiswa Program Doktoral Penerima Beasiswa LPPD.”

Dalam penjelasannya, Dr. Ekon merinci standar dan tahapan publikasi ilmiah yang harus dipenuhi oleh mahasiswa doktoral, mulai dari penyusunan proposal riset, artikel jurnal, hingga penyusunan buku.

“Output akademik mahasiswa harus terukur dengan jelas, dan publikasi bukan pilihan—tetapi kewajiban. Kualitas karya ilmiah akan menjadi tolok ukur seberapa besar kontribusi keilmuan pesantren terhadap masyarakat luas,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa LPPD dan kampus akan menjadi mitra dalam pendampingan editorial, penyusunan buku, hingga penerbitan.

Melalui workshop ini, Pascasarjana UIN Malang dan LPPD Provinsi Jatim menargetkan dua capaian utama: Peningkatan kualitas sumber daya manusia pesantren melalui riset dan publikasi ilmiah modern dan Percepatan penyusunan satu buku pada tahun pertama studi, berisi khazanah intelektual pesantren, yang akan diterbitkan oleh LPPD bekerja sama dengan perguruan tinggi. Dengan terealisasinya target tersebut, diharapkan lahir akademisi pesantren yang berdaya saing global, produktif dalam publikasi, dan berperan aktif memajukan tradisi intelektual pesantren di Indonesia. *PrayRopag

Berita Terkait