MIU Login

Mahasiswa Magister PAI UIN Maliki Malang Terpilih sebagai Speaker dalam Konferensi Internasional di Turki

Kabar membanggakan datang dari Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI), Magister Studi Islam, dan Doktoral Pendidikan Bahasa Arab (PBA) berhasil terpilih sebagai delegasi awardee LPDP Kementerian Keuangan RI. Mereka adalah Nur Alfiyah (Malang) dari Prodi Magister PAI, Indana Ilma Ansharah (Lombok) dan Siti Nurkholisoh (Banten) dari Prodi Magister Studi Islam, serta Muhammad Rizal Falaqi (Madiun) dari Prodi Doktoral PBA. Keempatnya telah diberangkatkan ke Istanbul, Turki, untuk menjadi pemakalah (oral presenter) dalam The 8th International Conference on Innovative Trends in Multidisciplinary Academic Research (ITMAR-2024) yang berlangsung pada 19 Oktober 2024.

 

Dari sekian banyak penerima Beasiswa LPDP di seluruh Indonesia, tidak semua memperoleh kesempatan mengikuti konferensi internasional. Hal ini karena kuota keberangkatan yang disediakan LPDP terbatas, yakni hanya lima awardee untuk setiap lembaga konferensi di negara tujuan. Syukur alhamdulillah, pada keberangkatan ke Turki kali ini, empat di antaranya berasal dari Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Keempat mahasiswa tersebut berhasil lolos melalui dua tahap seleksi, yaitu pengajuan perizinan ke LPDP serta seleksi makalah oleh lembaga penyelenggara konferensi.

 

Berdasarkan surat penerimaan dengan submission ID No: ITMAR-24-118 yang ditandatangani Ketua Konferensi ICMRP, Farooq Ahmed Jam, Ph.D., pada 12 Agustus 2024, makalah keempat mahasiswa Pascasarjana UIN Malang dinyatakan lolos setelah melalui proses systematic double blind peer-review. Adapun judul makalah yang diterima antara lain:

·       Nur Alfiyah – Indonesian Pesantren Women’s Leadership Thought: Istibsyaroh’s Perspective and Its Relevance to the Challenges of Society 5.0 (tema kepemimpinan perempuan)

·       Muhammad Rizal Falaqi – The Impact of Educational Philosophy on The Development of Islamic Education Curriculum (kajian kurikulum pendidikan)

·       Indana Ilma Ansharah – Tuan Guru and The Dynamics of Religious Politics in Lombok, Indonesia (dinamika politik agama)

·       Siti Nurkholisoh – Debus Art and Mystical Identity in Indonesia (seni tradisional Debus)

Keempat makalah tersebut dipresentasikan dalam The 8th International Conference on Innovative Trends in Multidisciplinary Academic Research (ITMAR-2024) yang diselenggarakan di Dosso-Dossi Hotel (Aksemsettin Mahallesi, Adnan Menderes Bulvari 46-48, 34040 Fatih) Istanbul, Turki. 

Penelitian yang ditawarkan para mahasiswa Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengangkat isu-isu penting di era kontemporer. Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata sebagai analisis ilmiah bagi pengembangan riset dan pendidikan di Indonesia. Lebih dari itu, penelitian ini juga menjadi ikhtiar strategis untuk mengenalkan Indonesia ke dunia internasional dengan menghadirkan perspektif lokal ke ranah global.

 

Kapasitas akademik dan pengalaman yang dimiliki para mahasiswa tersebut menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan mereka. Selain aktif menempuh studi di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, masing-masing juga memiliki kiprah dan ruang kontribusi di bidangnya. Misalnya, Nur Alfiyah aktif dalam pendidikan dan dakwah melalui organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama; Indana Ilma Ansharah berkiprah dalam pengabdian sosial di Yayasan Literasi Lumbung Lombok; Siti Nurkholisoh mendalami kajian ilmu Al-Qur’an dan tafsir; serta Muhammad Rizal Falaqi dikenal sebagai al-khaṭ-ṭāṭ (ahli kaligrafi) sekaligus dosen PBA di UIN Malang. Kiprah sosial dan akademik tersebut menunjukkan bahwa kontribusi di masyarakat dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik, selama dikelola secara seimbang.

 

Konferensi internasional ITMAR-2024 ini pada dasarnya menjadi wadah bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk berbagi gagasan. Keikutsertaan mahasiswa Pascasarjana UIN Malang ini menunjukkan kiprah generasi muda Indonesia dalam menyumbangkan perspektif lokal ke forum global, sekaligus memperkuat reputasi kampus di tingkat internasional.

Berita Terkait