Batu, 13 Mei 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghadirkan forum akademik dan budaya bertaraf internasional melalui kegiatan Liqā’ Tsaqāfī yang menghadirkan ulama dan tokoh pendidikan bahasa Arab, Sheikh Ghayats Abdul Baqi, pada Selasa, 13 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung B106 Pascasarjana UIN Malang dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta civitas akademika dengan penuh antusias.
Mengusung tema “Ta‘zīz Tsaqāfah al-‘Arabiyyah wa Ta‘līmihā ‘alā Dhau’ al-Ansyithah al-Adabiyyah wa ats-Tsaqāfiyyah: Madīnah Jeddah Namūdzajan” atau “Penguatan Budaya Arab dan Pembelajarannya melalui Aktivitas Sastra dan Budaya: Kota Jeddah sebagai Model”, kegiatan ini menjadi ruang ilmiah sekaligus kultural dalam memperkaya wawasan tentang pengembangan bahasa Arab berbasis budaya dan aktivitas literasi.
Sheikh Ghayats Abdul Baqi dikenal sebagai tokoh yang pernah berkiprah di Hai’ah ‘Alamiyyah Tahfizh al-Qur’an Al-Karim Jeddah, Arab Saudi. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya integrasi antara pengajaran bahasa Arab dengan penguatan budaya, sastra, dan praktik komunikasi sehari-hari agar pembelajaran bahasa menjadi lebih hidup, kontekstual, dan bermakna.
Beliau juga menjelaskan bagaimana Kota Jeddah menjadi salah satu pusat interaksi budaya Arab modern yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisi dan keilmuan Islam. Menurutnya, pembelajaran bahasa Arab tidak cukup hanya berfokus pada aspek gramatikal, tetapi juga perlu menghadirkan pengalaman budaya yang mampu membangun kecintaan mahasiswa terhadap bahasa Arab itu sendiri.
Kegiatan ini dipandu oleh Abdul Wahid selaku moderator yang turut mengarahkan jalannya diskusi secara interaktif. Para peserta tampak aktif memberikan pertanyaan dan berdialog langsung terkait strategi penguatan kemampuan bahasa Arab, pengembangan aktivitas sastra, hingga peluang kerja sama akademik internasional.
Direktur Pascasarjana UIN Malang menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari komitmen Pascasarjana dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik, khususnya dalam bidang studi keislaman dan bahasa Arab. Kehadiran narasumber internasional diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pengembangan kurikulum, penelitian, dan pembelajaran di lingkungan Pascasarjana.
Melalui forum Liqā’ Tsaqāfī ini, Pascasarjana UIN Malang kembali menunjukkan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang terbuka terhadap dialog budaya dan kolaborasi global, sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai destinasi akademik unggulan dalam pengembangan studi bahasa Arab di Indonesia.








