Batu – Mahasiswa Program Doktor (S3) Program Studi Studi Islam, Ahmad, menjalani Ujian Promosi Doktor sebagai tahapan akhir dalam menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Dalam sidang promosi tersebut, Ahmad mempertahankan disertasi yang berjudul “Carok, Qishash, dan Hukuman Mati (Studi Pidana Lokal, Islam, dan Konstitusi).”
Disertasi ini mengangkat kajian mengenai hubungan antara tradisi pidana lokal, konsep qishash dalam hukum Islam, serta ketentuan hukuman mati dalam perspektif konstitusi. Penelitian tersebut bertujuan untuk menganalisis keterkaitan dan perbedaan ketiga konsep tersebut melalui pendekatan akademik yang menempatkan nilai-nilai hukum, keadilan, dan kepastian hukum sebagai fokus utama pembahasan.

Dalam pemaparannya di hadapan tim penguji, Ahmad menjelaskan bahwa fenomena carok sebagai bagian dari tradisi lokal memiliki karakteristik yang berbeda dengan konsep qishash dalam hukum pidana Islam maupun penerapan hukuman mati dalam sistem hukum nasional. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bagaimana ketiga konsep tersebut dapat dianalisis dari sudut pandang hukum Islam, hukum pidana, serta konstitusi Indonesia tanpa mengabaikan konteks sosial dan budaya masyarakat.
Melalui kajian yang bersifat multidisipliner, disertasi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan keilmuan Studi Islam, khususnya dalam bidang hukum Islam, hukum pidana, dan studi konstitusi. Selain memperkaya khazanah akademik, hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam memahami relasi antara hukum lokal, hukum Islam, dan hukum nasional secara lebih komprehensif.

Pelaksanaan ujian promosi doktor berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat dan penuh diskusi ilmiah. Tim penguji memberikan berbagai masukan, kritik, dan saran konstruktif guna menyempurnakan hasil penelitian, sekaligus mengapresiasi tema disertasi yang dinilai relevan dalam memperkaya kajian hukum Islam dan dinamika sistem hukum di Indonesia.
Ujian promosi doktor merupakan tahapan akademik terakhir dalam pendidikan doktor yang bertujuan menguji orisinalitas, kualitas, serta kontribusi ilmiah sebuah disertasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui tahapan ini, mahasiswa diharapkan mampu menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan inovatif dalam menghasilkan karya ilmiah yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat luas.







