MIU Login

Awaliya Safitri Jalani Ujian Promosi Doktor S3 Studi Islam, Bahas Peran Kiai dalam Ketahanan Keluarga Santri

Batu – Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan ujian promosi doktor bagi mahasiswa Program Studi S3 Studi Islam. Kali ini, Awaliya Safitri menjalani ujian promosi doktor dengan disertasi berjudul “Kiai dan Ketahanan Keluarga Santri Perspektif Maqāṣid al-Usrah Jamaluddin Athiyyah (Studi tentang KH Yazid Karimullah dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga bagi Santri di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember)”.

Ujian promosi doktor ini menjadi momentum akademik penting dalam memperkaya khazanah kajian Studi Islam, khususnya yang berkaitan dengan peran kiai dalam penguatan ketahanan keluarga santri di lingkungan pesantren. Melalui penelitian tersebut, Awaliya Safitri mengangkat tema yang relevan dengan dinamika kehidupan pesantren, di mana keluarga santri tidak hanya dipandang sebagai unit sosial, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter, spiritualitas, dan keberlanjutan tradisi keilmuan Islam.

Dalam disertasinya, Awaliya Safitri menyoroti sosok KH Yazid Karimullah sebagai figur kiai yang memiliki peran strategis dalam membangun ketahanan keluarga bagi para santri di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Jember. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran kiai tidak terbatas pada fungsi keagamaan sebagai pendidik dan pembimbing spiritual, melainkan juga meluas pada pembinaan nilai-nilai keluarga, penguatan relasi antaranggota keluarga, serta penanaman prinsip-prinsip kehidupan rumah tangga yang harmonis dan berlandaskan ajaran Islam.

Kajian ini menggunakan perspektif Maqāṣid al-Usrah Jamaluddin Athiyyah, sebuah pendekatan yang menempatkan keluarga sebagai institusi penting dalam mewujudkan kemaslahatan. Dalam kerangka tersebut, keluarga dipahami bukan sekadar ruang domestik, tetapi juga arena pembentukan nilai, perlindungan martabat, pengembangan kasih sayang, pendidikan generasi, serta penguatan ketahanan moral dan sosial. Melalui pendekatan ini, penelitian Awaliya Safitri menegaskan bahwa ketahanan keluarga santri dapat dibangun melalui integrasi nilai-nilai keislaman, keteladanan kiai, dan sistem pembinaan pesantren yang berkelanjutan.

Disertasi ini juga menampilkan bagaimana figur kiai memiliki otoritas moral dan sosial yang kuat dalam membimbing santri, tidak hanya selama masa pendidikan di pesantren, tetapi juga dalam menyiapkan mereka menghadapi kehidupan berkeluarga di tengah masyarakat. Peran tersebut tampak dalam upaya penanaman nilai tanggung jawab, kesalingan dalam rumah tangga, pendidikan akhlak, penguatan spiritualitas, serta pembentukan kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai ruang tumbuhnya generasi muslim yang kokoh secara iman, intelektual, dan sosial.

Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong lahirnya karya-karya ilmiah yang responsif terhadap persoalan keumatan, keluarga, dan pendidikan Islam. Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu bukti komitmen institusi dalam mengembangkan tradisi akademik yang integratif, kontekstual, dan berkontribusi nyata bagi penguatan kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.

Berita Terkait