
Malang, 11 Maret 2026.
Dalam rangka mempersiapkan proses akreditasi program studi, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar rapat koordinasi yang menghadirkan pembicara dari luar institusi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan seluruh elemen akademik dalam menghadapi proses penilaian akreditasi serta meningkatkan pemahaman terhadap standar dan indikator penilaian yang berlaku.
Rapat yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut dihadiri oleh pimpinan pascasarjana, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta tim penyusun dokumen akreditasi. Kehadiran narasumber eksternal diharapkan dapat memberikan perspektif baru sekaligus pengalaman praktis dalam menghadapi proses akreditasi perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, pimpinan Pascasarjana UIN Malang menegaskan bahwa akreditasi merupakan salah satu indikator penting dalam menjamin mutu pendidikan tinggi. Oleh karena itu, persiapan yang matang perlu dilakukan sejak dini, mulai dari pengumpulan data, penyusunan dokumen, hingga pemetaan kekuatan dan kelemahan program studi.
“Akreditasi bukan hanya sekadar penilaian administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi menyeluruh terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, seluruh tim perlu bekerja sama secara maksimal agar hasil yang diperoleh dapat mencerminkan kualitas yang sebenarnya,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, pembicara eksternal menjelaskan berbagai aspek penting dalam proses akreditasi yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Ia menekankan pentingnya konsistensi antara dokumen yang disusun dengan implementasi nyata di lapangan. Selain itu, ia juga memberikan panduan terkait penyusunan laporan kinerja program studi, penguatan data pendukung, serta strategi menghadapi asesmen lapangan.
Menurutnya, salah satu faktor yang sering menjadi perhatian dalam proses akreditasi adalah kualitas luaran akademik, seperti publikasi ilmiah dosen dan mahasiswa, kegiatan penelitian, serta kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, program studi didorong untuk terus meningkatkan produktivitas akademik dan memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.
Kegiatan rapat ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyusunan dokumen akreditasi, mulai dari pengelolaan data hingga strategi peningkatan indikator kinerja program studi.
Melalui diskusi tersebut, narasumber memberikan sejumlah rekomendasi praktis agar tim penyusun dokumen dapat bekerja lebih efektif dan terarah. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarbagian agar seluruh data yang dibutuhkan dapat dikumpulkan secara lengkap dan akurat.
Selain itu, rapat ini juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi internal terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di tingkat pascasarjana. Evaluasi tersebut meliputi kualitas kurikulum, proses pembelajaran, fasilitas pendukung, serta sistem penjaminan mutu yang diterapkan di lingkungan Pascasarjana UIN Malang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika Pascasarjana UIN Malang memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai proses akreditasi serta mampu mempersiapkan segala kebutuhan secara optimal.
Pihak Pascasarjana juga berharap bahwa melalui kerja sama yang solid dan persiapan yang matang, program studi yang akan menjalani akreditasi dapat memperoleh hasil terbaik serta semakin meningkatkan reputasi akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Indonesia.








