Malang (29/10/2025) – Sebagai upaya peningkatan mutu akademik dan non-akademik, Program Magister PAI melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama para Ketua Kelas, angkatan aktif semester Ganjil 2025-2026, pada hari Rabu, 29 Oktober 2025.
Program ini bertujuan untuk mendengar aspirasi mahasiswa, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan akademik dan kemahasiswaan, serta memperkuat komunikasi antara pihak program studi dan mahasiswa. Program monev ini dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Esa Nur Wahyuni, M.Pd dan Prof. Dr. Akh.Nurul Kawakib, M.A., M.Pd., selaku Kaprodi dan Sekprodi Magister PAI. “Perlu ditekankan bahwa program monitoring dan evaluasi ini bukan sekadar program rutinitas, tetapi harus menjadi sarana refleksi diri program studi, yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan akademik serta memperkuat solidaritas dan persaudaraan pada mahasiswa, pengelola dan dosen program Magister PAI,” ujar Prof Esa, mengawali dalam sambutannya. Beberapa mahasiswa hadir, mengungkapkan manfaat dari program Monev, diantaranya adalah mahasiswa yang duduk di semester 4, Rama Armedi. Rama, panggilan akrab, Mahasiswa yang berasal dari Bangka-Belitung ini, melaporkan progress penulisan thesis, dia pada awalnya merasakan ada kendala ketika mengambil data, namun pada ahirnya ia sangat merasa terbantu pada proses penulisan. “Saya bersyukur dibantu, dengan diberikan beberapa referensi yang terkini oleh penguji waktu seminar Proposal, Prof. Agus Maimun, alhamdulilah kendala untuk dapat menemukan research gap dapat dipecahkan pada waktu pengambilan data”, ungkap Rama.
Hal senada, juga diungkapkan oleh Firda Zakkiyah, mahasiswa asal Sidoarjo, yang juga seorang Hafidzah ini, sedang menulis thesis dengan tema “strategi efektif dalam menghafal al-Qur’an”, ia merasakan bimbingan dari dosen pembimbing thesis yang tepat, bahkan salah satu pembimbing juga seorang hafidz, ia menyebut sebagai pembimbing yang menginspirasi dalam menyelesaikan tugas ahirnya, sehingga dia yakin akan lulus tepat waktu. Aspirasi dan laporan juga datang dari Mahasiswa yang duduk di Semester 1, Ibnu Asrori, yang berlatar belakang dari Ma’had Aly dari sebuah Pesantren ternama di Kediri, ia mengungkapkan kepuasaanya terhadap perkuliahan semester Ganjil 2025-2026, “saya merasakan iklim dan budaya akademik yang kondusif, dan saya juga dapat mengembangkan ilmu pengetahuan yang saya perolah waktu S-1 di Ma’had Aly”, tambah Ibnu disesi laporan mahasiswa semester 1.





