MIU Login

Magister PAI mengadakan Kuliah Umum bersama pakar Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag

Malang, 17 Oktober 2025 – Dalam konteks keilmuan, Prodi Magister PAI Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dipandang memainkan peran strategis dalam membangun tradisi keilmuan Islam yang berkelanjutan, utamanya dengan mengintegrasikan pendekatan interdisipliner antara studi Islam klasik dan isu kontemporer. Dengan mengusung tema “ Peran Program Pascasarjana dalam Membangun Tradisi Keilmuan Islam Berkelanjutan”, Professor Arskal Salim GP, M.Ag, Sekretaris Dirjen Kemenag, menegaskan bahwa program Pascasarjana harus menjadi motor penggerak utama. “Melalui kurikulum yang dinamis, program Pascasarjana tidak hanya melestarikan warisan keilmuan Islam seperti Ulum al-tafsir, Ulum al-hadith, Ilmu Kalam dan fiqih, tetapi juga mengembangkannya agar relevan dengan tantangan global seperti perubahan iklim, pendidikan yang humanis, dan pendidikan Islam di era disrupsi,” ujarnya dalam mengawali paparanya (17/10).

Menurut Prof. Arskal, kemajuan pendidikan Islam di dunia, sesungguhnya tidak banyak berbeda dengan sistem pendidikan di negara Barat. Kampus-kampus di Barat telah berdiri 300 sampai 500 tahun yang lalu. Sementara itu di dunia Muslim, juga mempunyai kampus yang berusia tua, kampus tersebut ada di Tunisia, Iran, dan Mesir. Bagaimana pendidikan Islam dilaksanakan di negara-negara Muslim?, rata-rata sistem pendidikan dipengaruhi oleh pola pendidikan pada masa Kolonial. Termasuk di Indonesia, ada dualisme dalam sistem pendidikan Islam, seperti fenomena “Madrasah” pada abad 20, dimana fenomena ini berbeda dengan bentuk “Madrasah” di Timur Tengah. Dalam konteks ini, setidaknya ada empat tipe: Pertama, tipe pemisahan antara ilmu agama dan umum; tipe ini memandang pendidikan agama dianggap dari bagian tanggung jawab pendidikan “komunitas” yang ada pada sitem pendidikan public. Kedua; model integrasi, yang memandang bahwa sekolah adalah sekolah ilmu agama, ini terjadi di Saudi Arabia dan Iran. Ketiga: tipe hybrid, yang memandang bahwa pendidikan agama harus dimasukkan dalam sistem pendidikan agama. Indonesia adalah masuk dalam tipe ini. Pada ahirnya ekspansi sistem pendidikan Madrasah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan Perguruan Tinggi Keagamaan di Indonesia. Keempat; tipe Nasionalis, yang memandang pemerintah atau negara terlibat aktif dalam mempromosikan pendidikan Agama, Mesir adalah contoh tipe ini.    

Sementara itu, Direktur pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. Agus Maimun, menambahkan bahwa inisiatif Pascasarjana sebagai pusat studi Islam berkelanjutan dan kerjasama dengan universitas luar negeri memperkuat posisi UIN Maulana Malik Ibrahim sebagai pusat keilmuan Islam modern. Karena itu, keberlanjutan keilmuan Islam dapat dicapai melalui riset kolaboratif dan publikasi internasional. Dalam hal Program Pascasarjana memandang pentingnya support sistem yang mendukung keberhasilan program.  

Berita Terkait