MIU Login

Nabila Jalani Ujian Promosi Doktor mengankat tema Inflasi Berbasis Syariah dan Konvensional dalam Mekanisme Transisi Kebijakan Moneter

Malang, 2 Desember 2025 — Program Doktor (S3) Ekonomi Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hari ini kembali menyelenggarakan ujian promosi doktor bagi kandidat Nabila Adenina Zidni Maulida, yang mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Kebijakan Moneter, Harga Aset, Pertumbuhan Ekonomi, dan Inflasi Berbasis Syariah dan Konvensional dalam Mekanisme Transisi Kebijakan Moneter.”
Penelitian ini mengupas dinamika kebijakan moneter dari dua perspektif—syariah dan konvensional—serta mengkaji hubungan antara harga aset, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi dalam periode transisi kebijakan. Model analisis yang diajukan menawarkan pendekatan komprehensif untuk memahami stabilitas makroekonomi berbasis nilai syariah.
Prof. Dr. Triyo selaku penguji dan juga Wakil Rektor III UIN Malang, memberikan apresiasi atas kedalaman analisis yang dilakukan peneliti:
“Disertasi ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan ekonomi syariah. Pendekatan komparatif antara sistem syariah dan konvensional memberikan perspektif baru untuk merumuskan kebijakan moneter yang lebih stabil dan berkeadilan.”
Prof. H. Slamet, SE., MM,., PH.D selaku Promotor, menekankan bahwa penelitian ini membuka peluang akademik dan praktis:


“Penelitian ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmiah, tetapi juga menawarkan rekomendasi yang dapat diimplementasikan oleh otoritas moneter, khususnya dalam merumuskan kebijakan berbasis nilai-nilai syariah.”
Sebagai Penguji Utama, Prof. Siswanto, MM menilai bahwa pendekatan analitis yang digunakan sudah tepat dan relevan:
“Metodologi yang digunakan sangat kuat, dan hasil temuan memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana instrumen moneter syariah dapat bekerja dalam mekanisme transisi. Ini kontribusi yang sangat signifikan.”
Setelah melalui proses ujian yang komprehensif, dewan penguji menyatakan bahwa Nabila Adenina Zidni Maulida resmi lulus sebagai Doktor Ekonomi Syariah, menambah deretan akademisi yang berkontribusi pada penguatan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. *pray ropag

Berita Terkait