MIU Login

The 4th International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics and Humanity Resmi dibuka: Bahas Isu Islam, Artificial Intelligence, dan Tantangan Etika Global

Malang — 25 November 2025, Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar konferensi ilmiah internasional bertajuk “THE 4th INTERNATIONAL CONFERENCE ON ISLAM SCIENCE LANGUAGE LAW EDUCATION ECONOMICS AND HUMANITY (IC-ISLEH)” dengan tema besar “Islam, Artificial Intelligence and Ethical Challenges: Contemporary Discourses in Education, Language, Law, Economy, and Society.”
Kegiatan prestisius ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri peserta dari berbagai institusi dalam dan luar negeri, dan ada sekitar 140 Paper yang di Submit dalam kegiatan ini.

Konferensi secara resmi dibuka oleh Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa agenda ilmiah internasional ini memiliki urgensi besar bagi perkembangan keilmuan dan dinamika global.
“Conference ini sangat penting dan berguna, tidak hanya untuk kemajuan akademik tetapi juga untuk memperkuat kontribusi keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam kancah internasional,” ujar Prof. Agus.
Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Rektor, Wakil Rektor dan seluruh jajaran, seluruh panitia, Kaprodi dan Sekprodi Baik s2 maupun S3 dilingkungan Pascasarjana UIN Malangyang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan konferensi. Prof. Agus berharap kolaborasi akademik dalam forum ini mampu menghasilkan rekomendasi dan implikasi nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat global.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Drs. H. Basri Zain, M.A., Ph.D., mewakili Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si.
Dalam sambutannya, Pak Basri memaparkan keunggulan strategis kampus UIN Malang yang kini memiliki tiga kawasan kampus di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Beliau juga menyampaikan pencapaian membanggakan kampus hijau ini sebagai PTKIN terbaik nomor 1 di Indonesia.
“Lima tahun ke depan, insyaAllah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melampaui Universitas Al-Azhar dan menjadi perguruan tinggi Islam terbaik kedua di dunia,” tegas Drs. Basri disambut tepuk tangan peserta.
Mengangkat tema tentang Artificial Intelligence (AI), Dr. Basri mengingatkan bahwa meskipun AI membawa banyak manfaat, kemampuan berpikir kritis manusia tetap menjadi unsur utama dalam dunia akademik.
“AI sangat penting, tetapi AI bukan segalanya. Tidak semua data yang dihasilkan AI valid. Fenomena akademik saat ini menunjukkan kemampuan menulis meningkat, namun budaya membaca menurun — dan ini tidak baik. Ketika hanya mengandalkan AI, nalar kritis seseorang tidak terlatih,” ungkapnya.

Kegiatan IC-ISLEH 2025 akhirnya dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik melalui pembacaan Basmalah, menandai dimulainya rangkaian agenda konferensi yang menghadirkan para pemakalah dan pembicara dari berbagai negara.
Konferensi internasional ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk memperkuat kolaborasi riset serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan keilmuan Islam dan kemanusiaan di era digital dan artificial intelligence. *prayRopag

Berita Terkait