Sabtu, 10 Mei 2025 bertempat di Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang diselenggarakan Workshop Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Cinta. Kegiatan ini diikuti sebanyak 550 guru yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Malang, mulai dari satuan pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA 19 Kecamatan dari 33 Kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. Nara sumber kegiatan ini adalah: (1) Prof. Dr. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D., Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Timur, Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya; (2) Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I., Ketua LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang dan Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; dan (3) Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pada kesempatan pertama Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. selaku Ketua LP Ma’arif menyampaikan kondisi dan perkembangan sekolah/madrasah yang ada dalam pembinaan LP Ma’arif. Perkembangan mulai dari pertumbuhan jumlah sekolah/madrasah yang tergabung dalam pembinaan LP Ma’arif, pertumbuhan juga dialami dalam jumlah akreditasi sekolah/madrasah. Kedepannya sebagai Lembaga dengan jumlah sekolah/madrasah yang dibina di Jawa Timur ini berharap pertumbuhan kualitas dan kuantitas sekolah/madrasah Ma’arif semakin meningkat. Pemanfaatan CSR atau Corporate Social Responsibility dari Perusahaan yang dialokasikan ke LP Ma’arif akan diarahkan untuk pemberian beasiswa kepada siswa-siswa sekolah/madrasah (selama ini juga diarahkan kepada pemberian beasiswa).

Sesi selanjutnya Prof. Dr. H. Masdar Hilmy, S.Ag., MA., Ph.D sebagai Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Timur menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada LP Ma’arif Kabupaten Malang yang telah berkontribusi nyata pada peningkatan kualitas Pendidikan di lingkungan LP Ma’arif. LP Ma’arif dengan jumlah sekolah/madrasah binaan terbesar di Jawa Timur mampu menunjukkan pertumbuhan kuantitas dan kualitas Pendidikan. Selanjutnya disampaikan tentang konsep apa dan bagaimana deep learning, serta implementasinya di sekolah/madrasah.

Pada sesi pembahasan Kurikulum Cinta yang digagas oleh Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd Guru Besar Bidang Pengembangan Kurikulum menyampaikan bahwa kurikulum ini hadir bukan mengganti Kurikulum yang sudah ada, namun kurikulum ini lebih sebagai insersi daripada substitusi. Kurikulum ini menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, dan perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional. Dengan demikian tidak ada penambahan capaian pembelajaran baru dalam kurikulum. Guru diharapkan tidak terlalu cemas akan adanya perkembangan konsep-konsep baru yang ada selama ini dalam kurikulum, hal ini juga mirip dengan apa yang dilakukan guru sebelumnya seperti adanya P5P2RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin). Hanya saja akan ada penekanan-penekanan pada aspek-aspek tertentu saja.

Pada sesi akhir, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. menekankan perlunya menata hati oleh para guru ketika akan melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dan pengajar. Sebab, pada dasarnya proses Pendidikan dan pembelajaran adalah mengolah hati, oleh rasa, olah pikir dan olah raga. Agar proses Pendidikan dan pembelajaran dapat berhasil secara efektif, syaratnya adalah jika guru mampu mengolah hatinya dengan baik sebelum menjalankan tugasnya. Sesi selanjutnya juga diakhiri dengan peluncuran Ma’arif Smart School LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang oleh Ketua LP Ma’arif PWNU Jawa Timur.

Pada kesempatan akhir, Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim mengucapkan terima kasih kepada segenap panitia, sehingga acara ini dapat berjalan sukses. Acara yang digagas LP Ma’arif PCNU Kabupaten Malang dan bekerja sama dengan Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini, menjadi media penting bagi Sivitas Akademika Pascasarjana untuk memberikan kesempatan kepada dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan ini sebagai bentuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, selain sebagai media sosialisasi program studi di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Wah+





