Batu – Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan sekaligus pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah di Pascasarjana UIN Malang, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 ini menjadi bagian dari upaya PPI dalam memperkuat kualitas dan keberlanjutan pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan universitas.
Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Direktur Pascasarjana Bidang Akademik, Prof. Dr. Like Raskova Octaberlina, M.Ed. Dalam kesempatan tersebut, tim Pascasarjana menyerahkan pendampingan pengelolaan jurnal ilmiah kepada tim PPI sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas publikasi akademik.
Pendampingan ini menjadi semakin strategis seiring dengan capaian terbaru dua jurnal Pascasarjana yang memperoleh akreditasi Sinta 4. Berdasarkan pengumuman Peringkat Akreditasi Baru Jurnal Ilmiah pada 28 Juli 2026, Journal of Islamic Education (JIE) dan Kitaba: Journal of Interdisciplinary Arabic Learning resmi menyandang peringkat Sinta 4.
Kepala PPI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd., menyampaikan bahwa pengelolaan jurnal berkualitas membutuhkan konsistensi, ketelitian, serta perhatian terhadap berbagai aspek manajemen jurnal. Menurutnya, peningkatan kualitas jurnal tidak semata-mata bergantung pada strategi tertentu, tetapi lebih pada keseriusan dan ketekunan pengelola dalam menjalankan setiap proses penerbitan.
Saat ini, PPI UIN Malang melakukan pendampingan terhadap puluhan jurnal ilmiah di lingkungan universitas. Pendampingan juga terus diperkuat melalui kunjungan ke berbagai fakultas dan unit kerja, termasuk selama masa libur semester mahasiswa.
Dari hasil pemantauan, Pascasarjana UIN Malang memiliki sejumlah jurnal yang dinilai telah memiliki tata kelola yang cukup matang. Jurnal tersebut meliputi Ar-Rosikhun: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam yang telah terakreditasi Sinta 3, Kitaba: Journal of Interdisciplinary Arabic Learning, Journal of Islamic Education, Afshaha: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, serta Jurnal Ilmiah Madrasah.
Selain memberikan penguatan terhadap jurnal yang masih aktif, PPI juga mendorong pengelola untuk memperhatikan keberlanjutan jurnal yang tidak lagi aktif menerbitkan artikel. Jurnal yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan dinilai lebih baik untuk direaktivasi daripada membangun jurnal baru dari awal.
Dalam sesi pendampingan, Tim PPI yang terdiri atas Shofiy Petrina Mufidah dan Yunasman Salam turut memberikan pemaparan mengenai berbagai aspek yang perlu dipersiapkan pengelola jurnal sebelum mengajukan indeksasi ke lembaga internasional seperti Scopus, Web of Science (WoS), maupun Directory of Open Access Journals (DOAJ).
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain kejelasan kebijakan antiplagiarisme, pengaturan hak cipta naskah, serta penerapan kebijakan akses terbuka atau Open Access. Penguatan aspek-aspek tersebut diharapkan dapat membantu jurnal di lingkungan Pascasarjana UIN Malang meningkatkan standar pengelolaan sekaligus memperluas jangkauan publikasinya.
Melalui pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi antara PPI dan Pascasarjana, pengelolaan jurnal ilmiah diharapkan semakin profesional, konsisten, dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pengembangan budaya akademik serta reputasi publikasi ilmiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.







