Batu, 10 Juni 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Kurikulum Program Studi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kualitas akademik dan peningkatan daya saing program studi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang B.106 ini diawali dengan sesi pertama yang menghadirkan Prof. Dr. Yusuf Hanafi, M.Fil.I. sebagai narasumber utama dengan tema “Review Kurikulum Pascasarjana.”
Dalam pemaparannya, Prof. Yusuf Hanafi menegaskan bahwa kurikulum merupakan jantung penyelenggaraan pendidikan tinggi yang harus terus dievaluasi dan diperbarui agar mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis. Menurutnya, proses review kurikulum tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Beliau menjelaskan pentingnya keselarasan antara visi keilmuan program studi, profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), serta struktur mata kuliah yang dirancang secara sistematis dan terukur. Selain itu, kurikulum Pascasarjana perlu mengakomodasi perkembangan riset mutakhir, penguatan publikasi ilmiah, serta integrasi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai karakter khas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam sesi diskusi, peserta yang terdiri atas pimpinan, ketua program studi, sekretaris program studi, dan dosen Pascasarjana aktif memberikan masukan terkait implementasi kurikulum yang selama ini berjalan. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari relevansi mata kuliah, penguatan kompetensi penelitian, peningkatan kualitas publikasi ilmiah mahasiswa, hingga kebutuhan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap tantangan era digital dan transformasi pendidikan tinggi.
Prof. Yusuf Hanafi juga menekankan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk alumni, pengguna lulusan, asosiasi keilmuan, dan mitra institusi. Dengan demikian, kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan dunia profesional.





