MIU Login

Retisfa: Mahasiswi Magister PBA UIN Malang Tampil sebagai Presenter di Konferensi Internasional AI & Pendidikan di Tiongkok

BATU, 19 Mei 2026 – Retisfa Khairanis, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil mempresentasikan hasil risetnya pada The 2nd International Conference on Artificial Intelligence and Education (ICAIE 2026) di Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU), Tiongkok, 13–15 Mei 2026. Konferensi bereputasi internasional yang terindeks Scopus dan didukung teknis oleh IEEE ini menjadi ajang pembuktian kompetensi akademik mahasiswa pascasarjana UIN Malang di kancah global. 

Untuk tampil sebagai oral presenter, Retisfa harus melewati proses peer-review ketat yang menguji orisinalitas, metodologi, dan signifikansi kontribusi ilmiah. Makalahnya berjudul “Arabic Language Education in Building Multicultural Literacy and Intercultural Dialogue: An Interdisciplinary Study on Digital Technology Based Learning” lolos seleksi dan dijadwalkan pada Sesi Paralel Track 6. Dalam presentasinya, Retisfa menguraikan bagaimana integrasi teknologi digital dalam pembelajaran bahasa Arab dapat menjadi instrumen strategis untuk membangun literasi multikultural dan memperkuat dialog antarbudaya.

ICAIE 2026 dirancang sebagai forum pertemuan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara. Selama tiga hari, konferensi menghadirkan rangkaian kegiatan akademik intensif, mulai dari kunjungan kampus (campus visit), lokakarya kewirausahaan berbasis kecerdasan buatan, pertemuan Editor-in-Chief jurnal internasional, hingga pidato utama (keynote speech) yang menghadirkan pakar pendidikan dan teknologi dari Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat. Retisfa mengikuti seluruh agenda tersebut sebelum tampil memaparkan temuan risetnya pada hari ketiga.

Ketua Program Studi Magister PBA Pascasarjana UIN Malang mengapresiasi pencapaian ini. “Partisipasi aktif mahasiswa kami di konferensi terindeks Scopus menunjukkan bahwa kualitas riset dan kapasitas akademik di pascasarjana kami mampu bersaing secara global. Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menyebarkan temuan mereka di forum ilmiah internasional,” ujarnya.

Retisfa Khairanis menyampaikan bahwa proses penulisan hingga presentasi di ICAIE 2026 menjadi pengalaman yang memperkaya perspektif akademiknya. “Penelitian ini lahir dari kesadaran bahwa pendidikan bahasa Arab di era digital harus adaptif dan inklusif. Harapan saya, temuan ini dapat menjadi referensi pengembangan kurikulum berbasis teknologi serta membuka ruang kolaborasi riset lintas negara,” jelasnya.

Pencapaian Retisfa selaras dengan visi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mendorong publikasi bereputasi dan memperkuat jejaring akademik internasional. Melalui kontribusi nyata dalam isu pendidikan dan teknologi, mahasiswa pascasarjana UIN Malang terus membuktikan peran aktifnya dalam menjawab tantangan pendidikan global sekaligus mendukung cita-cita kampus menuju World Class University. [TAFT]

Berita Terkait