MIU Login

Dr. Mohamad Zubad Nurul Yaqin, M.Pd. Sekprodi S2 PGMI Menjadi Narasumber Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Malang — Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Tajinan menggelar Pelatihan Transformasi Guru dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Selasa, 11 Februari 2026, bertempat di Gedung MTs Annur Bululawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kapasitas guru MI dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang, Drs. H. Sahid, M.M, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Malang, Hj. Yuli Nur Rohmawati, M.Pd. Kehadiran keduanya menegaskan dukungan penuh Kementerian Agama terhadap penguatan kurikulum madrasah yang berlandaskan nilai.
Dalam sambutannya, Drs. H. Sahid, M.M menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan misi pendidikan madrasah. “Madrasah memiliki tanggung jawab besar, bukan hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter peserta didik. Nilai cinta, kasih sayang, dan penghargaan terhadap sesama harus hadir dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Yuli Nur Rohmawati, M.Pd menilai pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan guru saat ini. “Guru madrasah perlu terus beradaptasi. Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kerangka agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, ramah anak, dan mampu membangun iklim sekolah yang positif,” tuturnya.
Sebagai narasumber utama, Dr. Mohammad Zubad Nurul Yaqin, M.Pd, Sekretaris Program Studi S2 PGMI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menjelaskan bahwa transformasi guru merupakan kunci utama keberhasilan KBC. “Guru perlu mengubah paradigma, dari sekadar penyampai materi menjadi fasilitator yang menghadirkan pengalaman belajar penuh makna. Nilai cinta harus terintegrasi dalam setiap mata pelajaran, bukan berdiri sendiri,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa implementasi KBC menuntut keteladanan guru dalam kehidupan sehari-hari. “Siswa belajar bukan hanya dari apa yang diajarkan, tetapi dari apa yang dicontohkan. Karena itu, guru harus menjadi role model dalam mengamalkan nilai-nilai cinta, empati, dan penghargaan,” imbuhnya.
Melalui pelatihan ini, KKMI Kecamatan Tajinan berharap para guru MI mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang penuh kasih, aman, dan menghargai keberagaman. Sinergi antara KKMI, Kementerian Agama Kabupaten Malang, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan madrasah yang berorientasi pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. *prayropag

Berita Terkait