Batu– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor dengan peserta Dr. Buhori. Dalam sidang promosi tersebut, ia mempertahankan disertasinya yang berjudul “Studi Kasus Implementasi Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Arab yang Mengacu pada Outcome-Based Education (OBE) dalam Perspektif Epistemologi Kurikulum Menurut Rusdi Ahmad Thuaimah di IAIN Pontianak.”
Disertasi ini dibimbing oleh Dr. H. Sutaman, M.A. sebagai promotor dan Prof. Dr. H. Bisri Mustofa, M.A. sebagai ko-promotor. Penelitian tersebut mengangkat isu penting mengenai implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dalam pendidikan bahasa Arab, yang saat ini menjadi salah satu pendekatan strategis dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi.
Penelitian dilatarbelakangi oleh semakin besarnya tuntutan agar kurikulum perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, tanpa mengabaikan landasan filosofis dan epistemologis keilmuan. Dalam konteks pendidikan bahasa Arab, penerapan OBE tidak hanya berorientasi pada pencapaian hasil belajar, tetapi juga perlu selaras dengan hakikat pembelajaran bahasa Arab sebagaimana dikemukakan oleh pakar pendidikan bahasa Arab, Rusdi Ahmad Thuaimah.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kerangka kurikulum, implementasi pembelajaran, serta dampak penerapan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAIN Pontianak yang mengacu pada Outcome-Based Education dalam perspektif epistemologi kurikulum Rusdi Ahmad Thuaimah. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, analisis dokumen, dan penyebaran angket, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dengan validasi melalui teknik triangulasi dan peer debriefing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Pontianak telah memenuhi tiga komponen utama Outcome-Based Education, yaitu Outcome-Based Curriculum (OBC), Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT), serta Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBEA). Ketiga komponen tersebut diterapkan secara terpadu mulai dari penyusunan capaian pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, hingga sistem asesmen dan evaluasi yang berorientasi pada kompetensi lulusan.
Penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi kurikulum tersebut memiliki kesesuaian dengan pemikiran Rusdi Ahmad Thuaimah, khususnya dalam memandang bahasa Arab sebagai alat komunikasi, sumber pengetahuan yang bersifat integratif, serta ilmu yang diperoleh melalui praktik penggunaan bahasa dan interaksi komunikatif. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya menekankan penguasaan teori kebahasaan, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara aktif dalam berbagai konteks.

Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi kurikulum OBE, terutama berkaitan dengan perbedaan kemampuan awal mahasiswa dalam menguasai bahasa Arab. Keragaman latar belakang pendidikan mahasiswa menuntut dosen untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih adaptif agar seluruh mahasiswa dapat mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Di balik tantangan tersebut, penerapan Outcome-Based Education terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas lulusan. Penelitian menunjukkan bahwa kurikulum berbasis OBE mampu memperkuat kompetensi kebahasaan, meningkatkan keterampilan mengajar, membentuk profesionalisme calon pendidik bahasa Arab, serta meningkatkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja. Pendekatan ini juga mendorong proses pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi nyata.
Melalui ujian promosi doktor ini, Dr. Buhori memberikan kontribusi akademik yang signifikan terhadap pengembangan kurikulum pendidikan bahasa Arab di Indonesia. Disertasinya menegaskan bahwa penerapan Outcome-Based Education yang dipadukan dengan perspektif epistemologi kurikulum Rusdi Ahmad Thuaimah mampu menghasilkan proses pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan lulusan, sekaligus memperkuat kualitas pendidikan bahasa Arab di era transformasi pendidikan tinggi.






