MIU Login

Program Doktor MPI Pascasarjana UIN Malang Kembangkan Model PR-PRIME: Strategi Humas untuk Memperkuat Positioning dan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam

Malang, 1 Juli 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang strategi manajemen hubungan masyarakat perguruan tinggi Islam.

Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Siti Aminah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Manajemen Hubungan Masyarakat dalam Membangun Positioning Institusi dan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam (Studi Multisitus pada UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember).”

Menjawab Tantangan Daya Saing Perguruan Tinggi Islam

Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa perguruan tinggi Islam saat ini menghadapi kompetisi yang semakin kompleks. Keunggulan institusi tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun reputasi, kepercayaan publik, citra kelembagaan, jejaring kemitraan, serta positioning yang kuat di tengah masyarakat.

Melalui studi multisitus pada UIN KHAS Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember, penelitian ini menunjukkan bahwa humas perguruan tinggi tidak dapat dipahami sekadar sebagai unit publikasi, tetapi harus ditempatkan sebagai fungsi strategis yang mengintegrasikan komunikasi kelembagaan, branding institusi, penguatan hubungan stakeholder, transformasi digital, dan evaluasi berkelanjutan.

Lahirnya Model PR-PRIME

Temuan utama penelitian ini adalah lahirnya PR-PRIME (Public Relations–Positioning and Reputation Integrated Management Excellence). Model ini merupakan bangunan konseptual strategi manajemen hubungan masyarakat yang menempatkan humas sebagai instrumen strategis dalam membangun positioning institusi dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi Islam.

Model PR-PRIME dibangun melalui enam komponen utama, yaitu Strategic Planning, Institutional Branding, Stakeholder Engagement, Integrated Communication, Reputation Management, serta Evaluation and Continuous Improvement. Keenam komponen tersebut membentuk satu sistem manajemen humas yang terencana, terpadu, adaptif, kolaboratif, berbasis data, serta dilandasi nilai-nilai Islam.

Karakteristik dan Unsur Model

Model PR-PRIME memiliki karakteristik strategic, integrated, collaborative, adaptive, evidence-based, dan Islamic value-based. Artinya, seluruh aktivitas humas tidak hanya diarahkan untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kepercayaan, memperkuat citra, memperluas jejaring, dan menghadirkan komunikasi kelembagaan yang amanah, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan.

Implementasi model ini didukung oleh unsur internal dan eksternal. Unsur internal meliputi kepemimpinan rektor, kebijakan universitas, sumber daya manusia humas, budaya organisasi, teknologi digital, sistem informasi, dan dukungan anggaran. Sementara unsur eksternal mencakup media massa, pemerintah, alumni, masyarakat, dunia usaha dan industri, organisasi profesi, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional.

Penerapan dan Keberhasilan Model

Penerapan PR-PRIME dilakukan melalui tahapan analisis lingkungan strategis, perumusan strategi humas, penguatan branding institusi, pengelolaan komunikasi terpadu, pengembangan hubungan stakeholder, optimalisasi digital public relations, monitoring reputasi, serta evaluasi berkelanjutan.

Keberhasilan model ini tampak pada meningkatnya kepercayaan publik, penguatan citra institusi, bertambahnya jejaring kerja sama, meningkatnya reputasi akademik, bertambahnya minat calon mahasiswa, penguatan akreditasi, serta semakin kokohnya daya saing perguruan tinggi Islam pada tingkat nasional maupun internasional.

Perbedaan Dua Lokus Penelitian

Penelitian ini juga menemukan karakteristik berbeda pada dua lokus penelitian. UIN KHAS Jember cenderung menampilkan strategi humas yang lebih terstruktur, formal, dan berbasis regulasi Kementerian Agama, dengan penekanan pada reputasi akademik, moderasi beragama, riset, dan legitimasi kelembagaan sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

Sementara itu, Universitas Muhammadiyah Jember menunjukkan pola humas yang lebih fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, dengan kekuatan pada digital marketing, inovasi layanan, kedekatan dengan stakeholder, jejaring Persyarikatan Muhammadiyah, serta penguatan kemitraan eksternal.

Meskipun memiliki karakter kelembagaan yang berbeda, kedua lokus menunjukkan pola yang sama bahwa keberhasilan membangun positioning institusi tidak ditentukan oleh publikasi semata, tetapi oleh integrasi kepemimpinan strategis, tata kelola humas, penguatan stakeholder, transformasi digital, budaya mutu, dan continuous improvement.

Kontribusi terhadap Body of Knowledge MPI

Secara akademik, penelitian ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya dalam bidang strategi manajemen hubungan masyarakat. Disertasi ini menegaskan bahwa humas merupakan bagian integral dari manajemen strategis perguruan tinggi Islam yang berperan dalam membangun reputasi, memperkuat identitas organisasi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta menciptakan keunggulan kompetitif.

Perspektif Islam

Dalam perspektif Islam, strategi hubungan masyarakat merupakan implementasi nilai amanah, tabligh, sidq, fathanah, ihsan, dan khidmah. Komunikasi kelembagaan harus dibangun di atas kejujuran, tanggung jawab, keteladanan, dan orientasi kemaslahatan.

Nilai-nilai tersebut menjadikan humas perguruan tinggi Islam tidak hanya sebagai pengelola informasi, tetapi juga sebagai penjaga marwah institusi, penyambung amanah publik, dan penguat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam.

Apresiasi Kaprodi Doktor MPI

Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dr. Siti Aminah atas keberhasilannya meraih gelar doktor sekaligus menghasilkan kebaruan ilmiah berupa model PR-PRIME.

Menurut Prof. Sutiah, temuan tersebut membuktikan bahwa penelitian doktoral di Program Studi Doktor MPI tidak berhenti pada tataran deskriptif, tetapi mampu melahirkan model konseptual baru yang berkontribusi terhadap pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.

Beliau menegaskan bahwa lahirnya model PR-PRIME semakin memperkuat posisi Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan teori, model, dan inovasi di bidang Manajemen Pendidikan Islam yang berakar pada praktik terbaik lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

“Semoga hasil penelitian ini memberikan manfaat luas, menjadi inspirasi bagi pengembangan manajemen hubungan masyarakat di perguruan tinggi Islam, serta memperkuat kontribusi Program Studi Doktor MPI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam melahirkan inovasi keilmuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan tinggi di era global,” pungkas Prof. Sutiah.

Berita Terkait