MIU Login

Pascasarjana UIN Malang Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Certified Risk Officer (CRO) BNSP

Batu– Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkomitmen memperkuat kapasitas tata kelola dan manajemen risiko di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi, Pascasarjana UIN Malang menyelenggarakan kegiatan pada tanggal 19-21 Agustus 2026 Pelatihan dan Sertifikasi Profesi Certified Risk Officer (CRO) Berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan, pengelola program studi, serta kaprodi dan sekprodi S2 PGMI di lingkungan Pascasarjana UIN Malang guna membekali para akademisi dengan standar kompetensi manajerial berbasis risiko.

Pelatihan CRO ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai kerangka kerja manajemen risiko (seperti ISO 31000), pengidentifikasian potensi risiko akademik maupun operasional, hingga penyusunan mitigasi risiko yang efektif.

Direktur Pascasarjana UIN Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. menegaskan bahwa sertifikasi CRO BNSP menjadi langkah strategis untuk mendukung tata kelola kampus yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan (Good University Governance). “Di era dinamis saat ini, perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga harus sigap memetakan dan mengelola risiko strategis. Melalui sertifikasi CRO terstandar BNSP, para pengelola Pascasarjana siap menerapkan mitigasi risiko berbasis data dan standar nasional,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi intensif (coaching), penyusunan dokumen portofolio tata kelola risiko, dan diakhiri dengan uji kompetensi mandiri (assessment) di hadapan asesor resmi BNSP. Melalui kelulusan sertifikasi CRO BNSP ini, para peserta berhak menyandang gelar profesi terintegrasi yang mengakui kapasitas mereka sebagai perancang dan pelaksana manajemen risiko profesional. Langkah ini diharapkan mampu membawa Pascasarjana UIN Malang semakin unggul, adaptif, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi.

Berita Terkait