Malang – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Ujian Promosi Doktor (S3) Program Studi Pendidikan Agama Islam. Pada kesempatan tersebut, Fitratul Uyun mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Konstruksi Nilai-Nilai Pendidikan Etika di Madrasah Unggul untuk Membentuk Generasi Emas 2045 (Studi Kasus di MAN 2 Kota Malang)”.
Sidang promosi doktor yang berlangsung di hadapan tim promotor dan dewan penguji ini mengangkat tema strategis mengenai pentingnya pendidikan etika dalam mempersiapkan generasi Indonesia menuju visi Generasi Emas 2045. Penelitian tersebut berfokus pada bagaimana nilai-nilai etika dikonstruksi dan diimplementasikan dalam lingkungan madrasah unggul sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik.

Dalam pemaparannya, Fitratul Uyun menjelaskan bahwa tantangan era globalisasi, perkembangan teknologi, serta perubahan sosial yang semakin kompleks menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan karakter yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan etika menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral dan keagamaan.
Penelitian yang dilakukan di MAN 2 Kota Malang menunjukkan bahwa pendidikan etika dibangun melalui berbagai program pembelajaran, budaya madrasah, keteladanan guru, kegiatan keagamaan, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, kepedulian sosial, serta sikap menghormati sesama menjadi bagian integral dari proses pendidikan yang diterapkan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konstruksi nilai-nilai pendidikan etika yang dilakukan secara sistematis mampu memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik. Lingkungan madrasah yang kondusif dan dukungan seluruh warga sekolah menjadi faktor penting dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sehingga tercermin dalam perilaku siswa baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan etika memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan moral, kepemimpinan, serta komitmen kebangsaan yang kuat. Hal ini sejalan dengan cita-cita pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju tahun 2045.

Dalam sesi diskusi, para penguji memberikan berbagai masukan terkait penguatan pendidikan karakter, integrasi nilai etika dalam kurikulum, serta pengembangan model pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan pentingnya pendidikan etika sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan generasi bangsa.
Melalui disertasinya, Fitratul Uyun berharap hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi madrasah dan lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan model pendidikan etika yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional yang berorientasi pada pembentukan karakter generasi unggul.
Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu bukti komitmen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan. Disertasi tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam bidang pendidikan karakter dan etika untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.







