Malang, 6 Juli 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melahirkan kontribusi akademik melalui Ujian Promosi Doktor Dr. Sulaiha Annisyaroh. Dalam ujian tersebut, Dr. Sulaiha berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Strategi Excellent Service Madrasah dalam Meningkatkan Kepuasan Stakeholders Pendidikan (Studi Kasus di MTsN 1 Sampang)”. Penelitian ini menghadirkan Accessible Responsive Islamic Service Excellence (ARISE) Model, yaitu model pelayanan madrasah yang memperkuat aksesibilitas pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkeadilan.

Riset ini berangkat dari kegelisahan akademik bahwa tantangan pendidikan Indonesia tidak hanya menyangkut peningkatan mutu, tetapi juga pemerataan kesempatan, aksesibilitas, inklusivitas, dan keberlanjutan layanan pendidikan. Dalam konteks madrasah, pelayanan pendidikan tidak cukup dipahami sebagai aktivitas administratif, tetapi harus menjadi strategi pengelolaan lembaga untuk menjamin akses pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.
MTsN 1 Sampang dipilih sebagai information-rich case karena menunjukkan praktik pelayanan pendidikan Islam yang berkembang melalui peningkatan kepercayaan masyarakat, prestasi akademik dan nonakademik, penguatan budaya religius, pemanfaatan teknologi informasi, serta kemitraan dengan orang tua dan masyarakat. Madrasah ini juga mengembangkan layanan responsif, termasuk layanan antar-jemput bagi peserta didik dari wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.
Salah satu temuan penting penelitian ini adalah bahwa keberhasilan pelayanan di MTsN 1 Sampang tidak hanya ditentukan oleh SOP, tetapi oleh internalisasi Humanistic Islamic Values seperti amanah, ihsan, raḥmah, ‘adl, ikhlas, ta‘āwun, itqān, dan orientasi kemaslahatan. Nilai-nilai tersebut menjadi budaya organisasi yang tercermin dalam kepemimpinan, pembelajaran, pelayanan administrasi, serta relasi madrasah dengan stakeholder.
Berdasarkan tiga fokus penelitian, ARISE Model dibangun melalui lima komponen: Accessible Educational Service, Responsive Service Management, Islamic Humanistic Values, Stakeholder Trust, dan Educational Sustainability. Model ini merekonstruksi makna excellent service dari sekadar peningkatan kepuasan stakeholder menjadi strategi kelembagaan untuk memperluas akses pendidikan, memperkuat budaya mutu, membangun kepercayaan masyarakat, dan menjamin keberlanjutan lembaga.
Ketua Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., mengapresiasi penelitian ini sebagai kontribusi penting bagi pengembangan teori dan praktik Manajemen Pendidikan Islam. Menurut beliau, ARISE Model dapat menjadi referensi bagi madrasah dan lembaga pendidikan Islam dalam membangun budaya pelayanan yang profesional, humanis, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Lahirnya ARISE Model menegaskan bahwa riset doktoral tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga melahirkan paradigma, model, dan inovasi yang mampu menjawab persoalan nyata pendidikan Indonesia, khususnya dalam memperkuat aksesibilitas pendidikan yang berkualitas, inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.







