
Malang, 3 Juli 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang manajemen mutu lembaga pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung SBY Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Ahmad Junaidi Musthofa berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Pengembangan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multikasus di MA Unggulan Darul Ulum STEP-2 Jombang dan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang).”
Disertasi ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap berbagai penelitian manajemen mutu yang selama ini lebih banyak berorientasi pada pemenuhan standar, akreditasi, Total Quality Management (TQM), maupun sistem penjaminan mutu secara parsial. Sementara itu, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks, yaitu bagaimana membangun mutu yang tetap berakar pada nilai-nilai Islam, mampu beradaptasi dengan perubahan global, sekaligus menjaga keberlanjutan organisasi pendidikan. Berangkat dari kesenjangan tersebut, penelitian ini menawarkan paradigma baru pengembangan mutu yang mengintegrasikan budaya pesantren, sistem manajemen modern, pengembangan sumber daya manusia, budaya akademik, dan orientasi global dalam satu kerangka konseptual yang utuh.
Sintesis Tiga Temuan Melahirkan RGM-Model
Melalui penelitian multikasus di MA Unggulan Darul Ulum STEP-2 Jombang dan SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang, Ahmad Junaidi Musthofa berhasil melakukan sintesis terhadap tiga fokus penelitian sehingga melahirkan Religious-Global Management (RGM) Model.
Temuan pertama menghasilkan konsep Integrated Religious-Global Quality, yaitu konsep pengembangan mutu yang mengintegrasikan religiusitas pesantren, budaya akademik, mutu pembelajaran, dan orientasi global sebagai fondasi mutu lembaga pendidikan Islam.
Temuan kedua menghasilkan konsep Adaptive Quality Management, yaitu model pengembangan mutu melalui siklus perencanaan, implementasi, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika perubahan lingkungan pendidikan.
Temuan ketiga menghasilkan konsep Religious Academic Excellence, yaitu terwujudnya budaya mutu yang melahirkan karakter religius, profesionalisme guru, prestasi akademik, kompetensi global, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam.
Ketiga temuan tersebut kemudian disintesiskan menjadi Religious-Global Management (RGM) Model, yaitu model manajemen pengembangan mutu yang mengintegrasikan budaya religius pesantren, manajemen mutu modern, pengembangan sumber daya manusia, budaya akademik, dan orientasi global sebagai fondasi pengembangan mutu lembaga pendidikan Islam secara holistik dan berkelanjutan.
Perspektif Islam dan Filosofi Mutu Berkelanjutan
Dalam perspektif Islam, pengembangan mutu bukan sekadar memenuhi indikator administratif, tetapi merupakan implementasi nilai-nilai iḥsān, itqān, amānah, syūrā, muḥāsabah, iṣlāḥ, dan istiqāmah dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan. Mutu dipandang sebagai ikhtiar menghadirkan kemaslahatan (maṣlaḥah) bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pengelolaan lembaga yang profesional, amanah, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Secara filosofis, penelitian ini menegaskan adanya pergeseran paradigma mutu. Mutu tidak lagi dipahami semata sebagai pencapaian tujuan (fitness for purpose), pemenuhan standar, atau kepuasan pelanggan, tetapi berkembang menjadi sustainable quality, yaitu kemampuan lembaga menjaga keseimbangan antara pencapaian visi, penguatan budaya mutu, kesejahteraan sumber daya manusia, kepuasan stakeholder, dan keberlangsungan organisasi dalam menghadapi perubahan zaman.
Kontribusi terhadap Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada bidang Manajemen Pengembangan Mutu Lembaga Pendidikan Islam. Kebaruan penelitian terletak pada lahirnya Religious-Global Management (RGM) Model yang memperluas paradigma manajemen mutu dari orientasi administratif menuju mutu berkelanjutan (sustainable quality). Model ini tidak hanya memperkaya khazanah teori Manajemen Pendidikan Islam, tetapi juga menawarkan kerangka implementatif bagi madrasah, sekolah Islam, pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, serta para pengambil kebijakan dalam membangun sistem pengembangan mutu yang adaptif terhadap perubahan global tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai Islam.
Apresiasi Kaprodi S3 MPI Pascasarjana UIN Malang
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., mengapresiasi keberhasilan Dr. Ahmad Junaidi Musthofa yang dinilai mampu menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam. Menurut beliau, disertasi ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma mutu, dari orientasi yang selama ini lebih menekankan pencapaian standar, akreditasi, dan target kelembagaan menuju paradigma mutu berkelanjutan (sustainable quality) yang menempatkan keberlanjutan organisasi, penguatan sumber daya manusia, budaya mutu, dan kemaslahatan seluruh pemangku kepentingan sebagai ukuran utama keberhasilan lembaga pendidikan Islam.
Lebih lanjut, Prof. Sutiah menjelaskan bahwa paradigma tersebut sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Quality Education), yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Menurut beliau, hasil penelitian ini tidak hanya memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, tetapi juga memperkuat posisi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan model-model inovatif yang mampu menjawab tantangan transformasi pendidikan Islam di tingkat nasional maupun global. Melalui lahirnya RGM-Model, Pascasarjana UIN Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan karya-karya doktoral yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teori, tetapi juga memberikan solusi implementatif bagi pengembangan mutu pendidikan Islam di Indonesia.





