
Malang, 30 Juni 2026 – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual di bidang manajemen pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muhammad Suwignyo Prayogo, dosen Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Program Madrasah Sains (M-SAINS) Berbasis Pesantren dalam Penguatan Kompetensi Lulusan Abad ke-21 (Studi Kasus di Pesantren Nurul Islam Jember).” Penelitian ini melahirkan sebuah model baru yang diberi nama M-SAINS PROPHETIC Model (Madrasah Science–Prophetic Integrated Management Model) sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam.
Menjawab Tantangan Pendidikan Islam Kontemporer
Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa lembaga pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Madrasah tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang akademik maupun keagamaan, tetapi juga dituntut melahirkan generasi yang memiliki kompetensi abad ke-21, meliputi kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus tetap memiliki karakter Islami yang kuat.
Berbagai madrasah telah mengembangkan program unggulan sains, namun pengelolaannya selama ini lebih banyak dipahami sebagai penguatan kurikulum atau peningkatan prestasi akademik. Penelitian ini menawarkan perspektif baru dengan memandang Program Madrasah Sains sebagai sebuah sistem manajemen pendidikan yang harus dirancang secara strategis, dilaksanakan secara terpadu, dikendalikan melalui sistem penjaminan mutu, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui studi kasus di Pesantren Nurul Islam (NURIS) Jember, penelitian berhasil mengungkap praktik terbaik pengelolaan Program M-SAINS yang mampu menghasilkan lulusan unggul dalam bidang sains tanpa meninggalkan identitas kepesantrenannya. Keberhasilan tersebut dibangun melalui pengelolaan sumber daya pendidikan berbasis 5M (Man, Money, Material, Method, dan Machine) yang terintegrasi dalam sistem manajemen pendidikan Islam.
Lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model Berbasis IPOO
Temuan utama penelitian ini adalah lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model, yaitu model manajemen Program Madrasah Sains yang disusun melalui sintesis tiga konstruksi konseptual utama, yakni SIAGA Strategic Planning, EKOSA Pesantren, dan PRIME Quality System. Ketiga konsep tersebut membentuk sistem manajemen pendidikan berbasis IPOO (Input–Process–Output–Outcome) yang terintegrasi dengan continuous improvement, sehingga menghasilkan model pengelolaan pendidikan yang sistemik, adaptif, dan berkelanjutan.
Pada tahap Input, model diawali dengan SIAGA Strategic Planning, yaitu penyelarasan visi kelembagaan, kebijakan program, blueprint pengembangan, rencana strategis, kaderisasi akademik, serta pengelolaan sumber daya pendidikan berbasis 5M. Unsur Man mencakup pengasuh pesantren, kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, laboran, pembina asrama, dan peserta didik; Money berupa dukungan pembiayaan program; Material meliputi kurikulum, laboratorium, sarana-prasarana, dan bahan ajar; Method berupa strategi pembelajaran, pembinaan, budaya riset, dan sistem pengelolaan program; sedangkan Machine mencakup teknologi informasi, laboratorium modern, dan sistem informasi manajemen.
Tahap Process diwujudkan melalui EKOSA Pesantren (Ekosistem Keilmuan, Sains, dan Adab Pesantren) yang mengintegrasikan budaya akademik, budaya riset, budaya literasi, integrasi sains dan nilai-nilai Islam, pembinaan kehidupan asrama, serta pembangunan academic ecosystem yang kondusif bagi tumbuhnya kompetensi akademik, karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas santri.
Tahap Output menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi abad ke-21, meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, prestasi akademik dan nonakademik, serta karakter Islami yang kuat.
Output tersebut berkembang menjadi Outcome, yaitu meningkatnya reputasi madrasah, kepercayaan masyarakat, prestasi nasional dan internasional, daya saing kelembagaan, keberlanjutan Program Madrasah Sains, serta lahirnya lulusan yang unggul dalam ilmu pengetahuan, teknologi, dan akhlak mulia.
Seluruh siklus tersebut dikendalikan melalui PRIME Quality System (Program Reflection, Improvement, Monitoring, and Evaluation) yang berfungsi sebagai sistem monitoring, evaluasi, refleksi, penjaminan mutu, dan continuous improvement. Melalui mekanisme feedback loop, hasil evaluasi menjadi dasar penyempurnaan perencanaan berikutnya sehingga model ini mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, M-SAINS PROPHETIC menjadi model manajemen pendidikan Islam yang mengintegrasikan pendekatan IPOO, pengelolaan sumber daya berbasis 5M, budaya akademik pesantren, penjaminan mutu berkelanjutan, dan nilai-nilai profetik dalam satu sistem yang utuh.
Perspektif Islam: Integrasi Ilmu, Adab, dan Amal
Sebagai model yang lahir dari tradisi keilmuan Manajemen Pendidikan Islam, M-SAINS PROPHETIC tidak hanya dibangun di atas landasan teoritis dan empiris, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an dan pendidikan pesantren. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujādilah ayat 11 menegaskan bahwa Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Prinsip tersebut menjadi fondasi bahwa keunggulan pendidikan Islam harus diwujudkan melalui integrasi ilmu pengetahuan, akhlak, dan amal saleh.
Dalam model ini, SIAGA mencerminkan nilai amanah dan visi kepemimpinan, EKOSA Pesantren merepresentasikan integrasi ilmu dan adab dalam budaya akademik pesantren, sedangkan PRIME Quality System mengimplementasikan nilai muhasabah, ihsan, dan itqan melalui budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Seluruh proses diarahkan untuk melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter mulia, dan mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Kontribusi bagi Pengembangan Manajemen Pendidikan Islam
Secara akademik, penelitian ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam melalui pengembangan model manajemen pendidikan yang mengintegrasikan pendekatan IPOO, pengelolaan sumber daya pendidikan berbasis 5M, budaya akademik pesantren, sistem penjaminan mutu berkelanjutan, serta nilai-nilai profetik dalam membangun kompetensi lulusan abad ke-21.
Model ini memberikan kontribusi teoretis sekaligus praktis sebagai alternatif pengelolaan program unggulan berbasis pesantren yang dapat diadaptasi oleh madrasah, pesantren, sekolah Islam terpadu, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing global.
Apresiasi Kaprodi S3 MPI
Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., selaku Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus Promotor, bersama Prof. Dr. H. M. Fahim Tharaba, M.Pd. selaku Co-Promotor, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan promovendus yang telah menghadirkan inovasi konseptual dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam.
“Kami mengucapkan selamat kepada Dr. Muhammad Suwignyo Prayogo atas keberhasilannya meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam sekaligus melahirkan inovasi konseptual berupa M-SAINS PROPHETIC Model. Temuan ini memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui model yang mengintegrasikan pendekatan IPOO (Input–Process–Output–Outcome), pengelolaan sumber daya pendidikan berbasis 5M, budaya akademik pesantren, sistem penjaminan mutu berkelanjutan, dan nilai-nilai profetik dalam membangun kompetensi lulusan abad ke-21. Model ini tidak hanya memperkuat Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam, tetapi juga menawarkan model implementatif bagi madrasah, pesantren, dan lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berkelanjutan. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Sidang, Sekretaris Sidang, serta seluruh Dewan Penguji atas arahan, masukan, dan penyempurnaan yang telah menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengembangan pendidikan Islam,” ungkap Prof. Sutiah.
Beliau berharap M-SAINS PROPHETIC Model tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas sebagai model pengelolaan madrasah unggulan berbasis pesantren yang mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 dan mendukung terwujudnya generasi Indonesia Emas 2045.
Melalui lahirnya M-SAINS PROPHETIC Model, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam yang konsisten melahirkan teori, model, dan inovasi berbasis riset sebagai kontribusi nyata bagi transformasi pendidikan Islam di Indonesia dan tingkat global.





