Malang, 2026 – Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor. Pada kesempatan tersebut, Wasik mempresentasikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Internalisasi Nilai-Nilai Kewirausahaan dalam Pendidikan Agama Islam untuk Membentuk Karakter Kemandirian Santri di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan.”
Sidang promosi doktor berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh tim promotor, penguji, keluarga, serta para akademisi. Penelitian ini mengangkat pentingnya integrasi nilai-nilai kewirausahaan dalam Pendidikan Agama Islam sebagai upaya membentuk karakter santri yang mandiri, produktif, dan mampu menghadapi tantangan kehidupan di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

Dalam pemaparannya, Wasik menjelaskan bahwa Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga mengembangkan pendidikan karakter melalui internalisasi nilai-nilai kewirausahaan. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, budaya pesantren, serta berbagai kegiatan yang melibatkan santri dalam pengalaman belajar yang bersifat praktis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai kewirausahaan dilakukan melalui pembelajaran yang menghubungkan ajaran Islam dengan etos kerja, tanggung jawab, disiplin, kreativitas, kejujuran, kerja keras, serta kemampuan melihat peluang usaha. Proses tersebut diperkuat melalui keteladanan para kiai dan ustaz, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren, serta keterlibatan santri dalam berbagai kegiatan produktif yang menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa penerapan nilai-nilai kewirausahaan dalam Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter kemandirian santri. Santri tidak hanya memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran agama, tetapi juga menunjukkan sikap percaya diri, tanggung jawab, kemampuan mengambil keputusan, serta kesiapan untuk hidup mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa pendidikan kewirausahaan di pesantren bukan semata-mata bertujuan mencetak wirausahawan, melainkan membangun karakter yang mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan berlandaskan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, pesantren menjadi ruang pendidikan yang mampu mengintegrasikan kecerdasan spiritual, moral, dan keterampilan hidup secara seimbang.

Tim penguji memberikan berbagai masukan dan pertanyaan kritis terkait strategi internalisasi nilai-nilai kewirausahaan, implementasinya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, serta relevansi model yang dikembangkan terhadap penguatan pendidikan karakter di lingkungan pesantren. Diskusi berlangsung dinamis dan menunjukkan tingginya perhatian akademik terhadap pengembangan pendidikan Islam yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui penelitian ini, Wasik berharap dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan sebagai bagian dari pembentukan karakter santri. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan para pengembang kurikulum dalam merancang model pendidikan yang melahirkan generasi religius, mandiri, kreatif, dan berdaya saing.
Ujian promosi doktor tersebut menjadi salah satu bukti komitmen Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan pengembangan pendidikan Islam serta kebutuhan masyarakat di era global.







