
Malang, 29 Juni 2026 – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam melalui lahirnya inovasi konseptual dari Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Gedung Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Syaiful Arifin berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Manajemen Kemitraan Sekolah untuk Mewujudkan Keunggulan Sekolah di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat).”
Penelitian tersebut menghasilkan sebuah temuan ilmiah berupa ISCE Partnership Management Model (Internal Solidity, Systemic Engagement, Contextual Control, dan Excellence Orientation), yaitu model manajemen kemitraan sekolah yang dikonstruksi berdasarkan temuan empiris lapangan untuk membangun keunggulan sekolah melalui pengelolaan kemitraan yang sistematis, kolaboratif, adaptif, dan berbasis nilai-nilai Islam.
Berangkat dari Kebutuhan Membangun Sekolah Unggul Berbasis Kemitraan
Sekolah unggul tidak lagi cukup mengandalkan kualitas pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, maupun kelengkapan sarana prasarana. Perubahan lingkungan pendidikan yang semakin dinamis menuntut sekolah mampu membangun jejaring kemitraan yang luas dengan orang tua, masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga pemerintah, maupun mitra internasional. Namun demikian, berbagai penelitian sebelumnya masih memandang kemitraan sebatas hubungan sosial dan administratif, belum sebagai sistem manajemen strategik yang mampu menjadi penggerak utama keunggulan sekolah.
Berangkat dari realitas tersebut, penelitian ini dilakukan di SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat), salah satu sekolah dasar Islam unggulan yang dikenal memiliki jejaring kemitraan luas, budaya organisasi yang kuat, serta berbagai prestasi nasional maupun internasional. Penelitian mengungkap bahwa keberhasilan sekolah tersebut tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh kemampuan mengelola kemitraan secara profesional, sistematis, dan berkelanjutan.
ISCE: Model Manajemen Kemitraan Berbasis Kesolitan Organisasi
Temuan utama penelitian ini adalah lahirnya ISCE Partnership Management Model, yang terdiri atas empat dimensi utama.
- Dimensi pertama adalah Internal Solidity, yaitu kesolitan atau kekokohan internal organisasi sekolah sebagai fondasi utama keberhasilan kemitraan. Internal Solidity tidak dimaknai sebagai solidaritas semata, tetapi sebagai kemampuan organisasi membangun komitmen bersama, konsistensi, integrasi peran seluruh sumber daya insani, budaya kepedulian, pemetaan kebutuhan sekolah, optimalisasi jejaring, serta penguatan hubungan strategis dengan wali murid melalui wadah IKWAM (Ikatan Wali Murid Muhammadiyah).
- Dimensi kedua adalah Systemic Engagement, yaitu pelibatan seluruh sumber daya insani secara menyeluruh dalam proses manajemen kemitraan melalui siklus perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengembangan program secara kolaboratif. Dalam model ini, kepala sekolah berperan sebagai orkestrator yang menyinergikan seluruh potensi internal dan eksternal sekolah.
- Dimensi ketiga, Contextual Control, menempatkan evaluasi sebagai proses reflektif yang bersifat kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada continuous improvement. Pengendalian tidak dilakukan secara formalistik, tetapi disesuaikan dengan karakteristik setiap program kemitraan sehingga mampu menghasilkan pembelajaran organisasi yang berkelanjutan.
- Keempat dimensi tersebut bermuara pada Excellence Orientation, yaitu terciptanya keunggulan sekolah yang ditandai dengan meningkatnya reputasi lembaga, kepercayaan masyarakat, inovasi kelembagaan, keberlanjutan organisasi, serta meningkatnya daya saing sekolah Islam di tingkat nasional maupun global.
Kontribusi terhadap Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam
Secara akademik, penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam. Model ISCE memperluas teori kemitraan sekolah yang selama ini lebih berorientasi pada pendekatan relasional menjadi paradigma manajemen strategik berbasis budaya organisasi.
Melalui model ini, kemitraan diposisikan sebagai strategi inti dalam membangun mutu dan keunggulan lembaga pendidikan, bukan lagi sekadar program pendukung atau aktivitas hubungan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya khasanah teori Manajemen Pendidikan Islam sekaligus menawarkan model implementatif yang dapat direplikasi oleh sekolah, madrasah, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya.
Perspektif Islam: Kemitraan sebagai Implementasi Nilai Ta’awun
Model ISCE dibangun di atas fondasi nilai-nilai Islam yang menempatkan kemitraan sebagai bagian dari ikhtiar kolektif dalam membangun kemaslahatan pendidikan. Internal Solidity merepresentasikan nilai ukhuwah, amanah, dan ta’awun sebagai dasar membangun organisasi yang kokoh. Systemic Engagement mencerminkan prinsip syura (musyawarah) dan kerja jama’i, sedangkan Contextual Control mengimplementasikan nilai muhasabah, ihsan, dan itqan dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Seluruh proses tersebut diarahkan menuju Excellence Orientation, yaitu pencapaian falah dan barakah, sehingga keunggulan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kebermanfaatannya bagi masyarakat, keberlanjutan organisasi, dan kontribusinya terhadap pembangunan peradaban Islam.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan promovendus yang mampu menghadirkan temuan konseptual yang memperkaya khazanah keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.
Menurut beliau, penelitian doktoral harus mampu melahirkan novelty berupa teori, model, atau konsep baru yang memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab persoalan riil di masyarakat.
“Kami menyampaikan selamat kepada Dr. Syaiful Arifin atas keberhasilannya menyelesaikan studi doktor dan menghasilkan ISCE Partnership Management Model. Model ini menunjukkan bahwa kemitraan sekolah bukan sekadar hubungan kerja sama, tetapi merupakan sistem manajemen strategik yang dibangun di atas kesolitan organisasi, pelibatan seluruh sumber daya insani, evaluasi kontekstual, serta orientasi pada keunggulan lembaga. Temuan ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam sekaligus memberikan model implementatif bagi sekolah dan madrasah di Indonesia,” ungkap Prof. Sutiah.
Beliau juga menyampaikan penghargaan kepada Promotor, Kopromotor, serta seluruh Dewan Penguji yang telah memberikan bimbingan akademik, kritik konstruktif, dan penyempurnaan substansi penelitian hingga menghasilkan karya ilmiah yang memiliki kontribusi teoretis maupun praktis bagi pengembangan pendidikan Islam.
“Keberhasilan promovendus merupakan hasil sinergi yang baik antara mahasiswa, promotor, kopromotor, dan para penguji. Tradisi akademik seperti inilah yang terus dikembangkan di Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang agar setiap disertasi mampu melahirkan inovasi keilmuan yang relevan, aplikatif, dan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan Islam,” tambahnya.
Lahirnya ISCE Partnership Management Model semakin mempertegas posisi Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pusat pengembangan keilmuan yang tidak hanya menghasilkan lulusan doktor, tetapi juga melahirkan teori, model, dan inovasi yang memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam serta memberikan solusi nyata bagi pengembangan mutu lembaga pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.





