MIU Login

Muhammad Nur Hadi Jalani Ujian Promosi Doktor S3 Pendidikan Agama Islam, Bahas Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Sains dan Islam

Batu – Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menyelenggarakan ujian promosi doktor bagi mahasiswa Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam. Kali ini, Muhammad Nur Hadi menjalani ujian promosi doktor dengan disertasi berjudul “Pengembangan Kurikulum Terintegrasi Sains dan Islam dalam Mewujudkan Lulusan Berkarakter Ulul Albab di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.”

Ujian promosi doktor ini menjadi momentum akademik penting dalam memperkaya pengembangan keilmuan Pendidikan Agama Islam, khususnya dalam bidang pengembangan kurikulum berbasis integrasi keilmuan. Disertasi yang diangkat Muhammad Nur Hadi menyoroti pentingnya desain kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk karakter lulusan yang utuh, berintegritas, dan memiliki kedalaman spiritual sebagaimana konsep Ulul Albab yang menjadi ciri khas keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Dalam disertasinya, Muhammad Nur Hadi mengkaji pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan sains dan Islam sebagai upaya strategis dalam membangun sistem pendidikan tinggi yang relevan dengan tantangan zaman, tanpa melepaskan fondasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menempatkan kurikulum sebagai instrumen utama dalam membentuk arah pendidikan, karakter lulusan, serta budaya akademik yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan tanggung jawab sosial.

Kajian ini berangkat dari kesadaran bahwa pendidikan Islam di perguruan tinggi tidak cukup hanya menekankan aspek normatif keagamaan atau capaian akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan dituntut mampu melahirkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir ilmiah, penguasaan ilmu pengetahuan modern, sekaligus berakhlak mulia dan berorientasi pada kemaslahatan. Dalam konteks tersebut, integrasi antara sains dan Islam menjadi landasan penting untuk membangun paradigma pendidikan yang tidak dikotomis, tetapi saling menguatkan antara wahyu, akal, ilmu, dan nilai.

Melalui penelitian yang berfokus pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, disertasi ini mengungkap bagaimana pengembangan kurikulum terintegrasi dapat diarahkan untuk mewujudkan lulusan berkarakter Ulul Albab. Karakter tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kecerdasan akademik, tetapi juga mencakup kemampuan reflektif, spiritualitas yang kuat, etos keilmuan, tanggung jawab moral, serta komitmen terhadap pengabdian sosial. Dengan demikian, kurikulum tidak semata diposisikan sebagai susunan mata kuliah, melainkan sebagai kerangka besar pembentukan manusia pembelajar yang berkepribadian islami dan berdaya saing global.

Penelitian Muhammad Nur Hadi juga menegaskan bahwa pengembangan kurikulum terintegrasi sains dan Islam merupakan langkah strategis dalam memperkuat identitas kelembagaan perguruan tinggi Islam. Integrasi tersebut menjadi jalan untuk menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan kebangsaan. Melalui pendekatan ini, perguruan tinggi Islam diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki visi etik dan spiritual dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.

Disertasi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pemikiran pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam merumuskan model kurikulum yang integratif, kontekstual, dan transformatif. Kajian tersebut sekaligus menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi Islam memerlukan penguatan kurikulum yang mampu menjembatani tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan sains modern, sehingga menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus mendorong lahirnya karya-karya akademik yang responsif terhadap kebutuhan zaman serta berkontribusi pada penguatan mutu pendidikan Islam. Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu bukti komitmen institusi dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang integratif, inovatif, dan berorientasi pada pembentukan generasi akademik yang unggul dalam ilmu, matang dalam spiritualitas, dan kokoh dalam karakter.

Berita Terkait