Malang, 29 Desember 2025 — Dalam rangkaian rebranding besar-besaran yang sejalan dengan visi UIN Malang sebagai “Maliki Islamic University: Unggul Bereputasi Internasional”, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Arab (MPBA) resmi meluncurkan logo baru yang penuh makna: “Al-Qalam Al-Akhdhar Li Ulil Albab” atau “Pena Hijau untuk Generasi Ulul Albab”, “The Green Pen of Ulul Albab”.
Peluncuran yang digelar secara daring pada 18 Desember 2025 yang lalu, tepat pada hari Bahasa Arab Sedunia, bukan sekadar perubahan visual, melainkan deklarasi filosofis dan komitmen akademik yang mendalam terhadap pembentukan generasi intelektual berakhlak mulia di era digital.
Logo ini mengambil bentuk pena hijau yang elegan, simbol kuat dari pengetahuan, pertumbuhan, dan harapan dalam tradisi Islam. Warna hijau bukan hanya identitas khas UIN Malang, tapi juga menyiratkan kesucian ilmu, kecerdasan intelektual, dan semangat pengabdian sosial. Di badan pena, terukir kaligrafi Arab yang tidak hanya memperkuat identitas bahasa Arab sebagai medium ilmu dan ibadah, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap huruf adalah bagian dari proses pembelajaran sakral—bukan sekadar fonem, melainkan jejak peradaban yang hidup dan bermakna. Desain geometrisnya mencerminkan keteraturan ilmu, logika metodologis, dan estetika peradaban Islam yang unggul.
Yang paling menarik, ujung pena yang tajam dan garis horizontal di bawahnya bukan hanya elemen desain, tapi metafora kuat. Ujung pena mewakili ketajaman berpikir, ketepatan metodologi, dan kejelasan tujuan akademik. Garis horizontal—yang disebut “buku terbuka”—melambangkan kesiapan MPBA beradaptasi dengan era edutech dan literasi digital, serta komitmennya untuk menjadikan ide menjadi produk, riset menjadi publikasi, dan kelas menjadi komunitas nyata. Ini adalah jaminan bahwa lulusan MPBA tidak hanya pandai di ruang kuliah, tapi turun ke lapangan, mengubah sistem pendidikan, dan menciptakan solusi nyata bagi masyarakat. Tidak kalah penting, warna emas di ujung pena dan penghapus menegaskan nilai-nilai kecerdasan, keunggulan, dan prestasi akademik. Lulusan MPBA dituntut menjadi “emas” di bidangnya—berkilau, berharga, dan dihargai. Sementara penghapus emas menjadi simbol refleksi, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan: di MPBA, setiap kesalahan bukan akhir, melainkan langkah menuju keunggulan. Dengan logo ini, MPBA ingin menegaskan bahwa pendidikan bahasa Arab bukan hanya soal tata bahasa, tapi tentang membentuk manusia-manusia ulul albab—pemilik hati yang cerdas, pikiran yang tajam, dan jiwa yang peduli.

Peluncuran logo ini merupakan langkah strategis MPBA UIN Malang dalam memperkuat identitas akademik dan spiritual di kancah nasional maupun internasional. Logo ini bukan sekadar gambar, tapi janji: untuk terus menulis masa depan dengan pena yang tajam, warna yang hidup, dan misi yang mulia—membentuk generasi ulul albab yang tidak hanya menguasai bahasa, tapi juga mengubah dunia. Mari bersama-sama kita tulis sejarah baru, satu goresan pena hijau demi masa depan yang lebih cerdas, berakhlak, dan berdampak. [TAFT]





