MIU Login

Perluas Kesempatan Kuliah, Direktur Pimpin Penyiapan Kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

Batu, 08 April 2026

Dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif, sebuah institusi pendidikan menggelar kegiatan penyiapan pembukaan kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dihadiri langsung oleh Direktur dan Wakil Direktur, bersama jajaran pimpinan, dosen, serta tenaga kependidikan.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh antusias ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memastikan kesiapan institusi dalam menyelenggarakan program RPL secara optimal. Program ini ditujukan bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja, pelatihan, maupun pembelajaran nonformal dan informal, agar dapat memperoleh pengakuan akademik secara resmi tanpa harus memulai pendidikan dari awal.

Dalam sambutannya, Direktur menegaskan bahwa RPL merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Ia menekankan bahwa institusi harus mampu memberikan layanan pendidikan yang fleksibel, berkualitas, dan relevan.

“Program RPL adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk meningkatkan kualifikasi akademik mereka berdasarkan pengalaman yang telah dimiliki,” ujar Direktur.

Lebih lanjut, Direktur juga menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi RPL sangat bergantung pada kesiapan seluruh elemen institusi, mulai dari kebijakan internal, sistem akademik, hingga kualitas sumber daya manusia yang terlibat.

Sementara itu, Wakil Direktur dalam arahannya menyoroti pentingnya kesiapan teknis dan operasional. Ia menjelaskan bahwa pembukaan kelas RPL tidak hanya sebatas membuka pendaftaran, tetapi juga harus didukung dengan sistem asesmen yang kredibel, transparan, dan akuntabel.

“Kita harus memastikan bahwa setiap proses dalam RPL, mulai dari seleksi peserta, asesmen portofolio, hingga pengakuan kredit, dilakukan secara profesional dan sesuai standar yang berlaku. Oleh karena itu, peran dosen dan asesor menjadi sangat krusial,” ungkap Wakil Direktur.

Kegiatan penyiapan ini diisi dengan berbagai sesi diskusi dan pemaparan materi yang melibatkan tim akademik. Beberapa topik yang dibahas antara lain penyusunan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, mekanisme asesmen RPL, sistem konversi kredit, serta penggunaan teknologi dalam mendukung proses administrasi dan evaluasi.

Para dosen yang akan terlibat sebagai asesor juga diberikan pemahaman terkait metode penilaian yang objektif, termasuk teknik evaluasi portofolio, wawancara kompetensi, dan uji praktik. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa pengakuan yang diberikan benar-benar mencerminkan kompetensi peserta.

Selain itu, dibahas pula strategi sosialisasi program RPL kepada masyarakat luas, khususnya kalangan pekerja profesional yang ingin melanjutkan pendidikan. Institusi berencana memanfaatkan berbagai media komunikasi, baik secara daring maupun luring, untuk menjangkau calon peserta secara lebih efektif.

Tidak hanya fokus pada aspek akademik, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya sistem penjaminan mutu. Monitoring dan evaluasi secara berkala akan dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan RPL berjalan sesuai standar dan terus mengalami peningkatan kualitas.

Para peserta kegiatan menyambut baik rencana pembukaan kelas RPL ini. Mereka menilai bahwa program tersebut dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala waktu dan biaya dalam melanjutkan pendidikan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan penyiapan ini, institusi optimis bahwa pembukaan kelas RPL dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.

Kegiatan diakhiri dengan penegasan komitmen bersama dari seluruh pihak yang terlibat untuk mendukung dan menyukseskan implementasi program RPL. Semangat kolaborasi dan inovasi menjadi kunci utama dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Berita Terkait