Malang, 22 Juli 2025 — Dalam rangka mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, sebanyak 41 dosen pemula kelas F dari 11 perguruan tinggi negeri dan swasta mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Hotel SAVANA, Malang, pada Selasa (22/07).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menyampaikan materi strategis bertema “Evaluasi Pembelajaran: Analisis Tingkat Kesulitan Soal dan Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS)”.

Dalam paparannya, Prof. Wahidmurni menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran yang terukur dan sistematis. “Dosen tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus mampu menganalisis kualitas soal, mengukur tingkat kesulitan, serta menyusun RPS yang visioner dan berbasis capaian pembelajaran (CPL),” tegasnya di hadapan peserta.
Sesi pelatihan berlangsung interaktif dengan latihan langsung menganalisis soal ujian mahasiswa menggunakan parameter statistik, seperti tingkat kesulitan (difficulty index) dan daya beda soal. Metode ini dinilai mampu membantu dosen dalam menyempurnakan instrumen evaluasi pembelajaran secara kuantitatif.
“Materi ini sangat aplikatif, karena kami langsung mempraktikkan bagaimana menilai soal-soal kami sendiri berdasarkan data dan bukan sekadar intuisi,” ujar salah satu peserta, Prayudi Rahmatullah dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Selain evaluasi soal, peserta juga dilatih menyusun Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) yang koheren dengan profil lulusan, CPL, serta asesmen yang adil dan inklusif. Dalam sesi ini, peserta diminta menyusun RPS berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan standar outcome-based education (OBE).
“RPS bukan sekadar dokumen administratif, tetapi harus menjadi blueprint dari proses pembelajaran yang berorientasi masa depan,” terang Prof. Wahidmurni.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari kampus-kampus ternama seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, STAIS Pasuruan, STAIS Alyasini Pasuruan, STIT Al urwatul Wutsqo Jombang, STIT Raden Wijaya Mojokerto, STIT Muhamammadiyah Lumajang, STAI Bustanul Ulum Lumajang, dan kampus lainnya. Mereka menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk nyata dari komitmen peningkatan kualitas pengajaran di tingkat pendidikan tinggi.

“Pelatihan ini sangat relevan dengan tantangan akademik ke depan, terutama dalam meningkatkan standar mutu pembelajaran berbasis asesmen dan perencanaan yang akurat,” ungkap Lu’luil Masruroh, dosen dari STAI Al-Yasini Pasuruan.
Kegiatan ini menghasilkan beberapa rekomendasi penting, di antaranya Mendorong dosen pemula untuk melakukan asesmen formatif dan sumatif berbasis analisis kuantitatif, Menyusun RPS yang berorientasi pada kompetensi kerja dan kebutuhan industry dan Mengintegrasikan teknologi dalam penyusunan dan evaluasi pembelajaran. Penyelenggara berharap kegiatan ini dapat menjadi praktik rutin tahunan guna memperkuat kompetensi pedagogik dosen di berbagai kampus di Indonesia. *prayropag





