Kabar membanggakan datang dari Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seorang mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) penerima Beasiswa LPDP Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Muhammad Aldi, berhasil menorehkan capaian akademik prestisius di tingkat internasional dengan dipercaya menjadi Reviewer Artikel pada jurnal bereputasi Scopus Q2, Journal Frontiers in Human Neuroscience yang berbasis di Swiss.
Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah, mengingat jurnal yang terindeks Scopus Q2 dan tercatat secara kredibel di Scimago Journal Rank (SJR) menerapkan standar seleksi reviewer yang sangat ketat. Kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa Magister PAI tersebut menunjukkan pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kapasitas keilmuan, integritas akademik, serta konsistensi kontribusi ilmiah yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Secara rekam jejak akademik, Muhammad Aldi tercatat telah menghasilkan 82 karya tulis ilmiah yang terdiri dari artikel jurnal SINTA, jurnal non-SINTA, prosiding ilmiah, serta buku akademik yang ditulis dan dipublikasikan selama kurang lebih tujuh tahun. Karya-karya tersebut telah memperoleh lebih dari 3.900 sitasi di Google Scholar, mencerminkan relevansi dan kebermanfaatan akademik yang luas di kalangan peneliti dan akademisi. (Profil Google Scholar: https://scholar.google.com/citations?user=P-HFikYAAAAJ&hl=id
Selama menempuh studi di Program Magister Pendidikan Agama Islam, Muhammad Aldi terus mengembangkan kompetensi akademiknya melalui proses belajar yang berkelanjutan, khususnya dalam bidang penulisan ilmiah dan publikasi. Proses tersebut ditempuh dengan kesungguhan, keterbukaan terhadap kritik, serta pembiasaan melakukan perbaikan naskah melalui mekanisme review ilmiah. Dalam perjalanan akademiknya, ia juga mendapatkan pendampingan dan arahan dari dosen penasehat, Prof. Dr. A. Nurul Kawakip, M.Pd., M.A., yang berperan penting dalam membentuk ketajaman analisis dan etika akademik.
Keberhasilan menjadi reviewer di jurnal internasional bereputasi, di tengah status sebagai mahasiswa magister, menjadi indikator bahwa mahasiswa MPAI UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memiliki potensi untuk berkiprah dan diakui di level global. Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa tradisi akademik, konsistensi menulis, dan budaya ilmiah yang kuat mampu membawa mahasiswa Pendidikan Agama Islam untuk mendunia, tanpa melepaskan identitas keilmuan dan nilai-nilai akademik yang berakar pada tradisi keislaman.





