
Pada Rabu, 8 April 2026, Baharuddin Nur Aziz Zakariya menjalani ujian promosi doktor dengan disertasi berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdhiyah pada Siswa Ma’arif.” Ujian ini menjadi puncak dari perjalanan akademik panjang yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman moderat.
Kegiatan ujian promosi doktor tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh antusiasme. Hadir dalam kesempatan itu dewan penguji yang terdiri dari para profesor dan pakar di bidang pendidikan Islam, promotor, ko-promotor, serta tamu undangan dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, dan keluarga besar peserta.
Dalam pemaparannya, Baharuddin Nur Aziz Zakariya menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya berangkat dari keprihatinan terhadap tantangan pendidikan di era modern, khususnya terkait dengan degradasi nilai dan munculnya paham-paham keagamaan yang kurang sejalan dengan prinsip moderasi Islam. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai Nahdlatul Ulama yang dikenal dengan konsep Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdhiyah menjadi sangat penting untuk diterapkan secara sistematis dalam dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai tersebut kepada siswa. Nilai-nilai yang dimaksud mencakup sikap tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil), yang semuanya menjadi fondasi dalam membangun karakter peserta didik yang inklusif dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, disertasi ini mengungkap bahwa proses internalisasi nilai tidak cukup hanya melalui pembelajaran di kelas. Baharuddin menjelaskan bahwa terdapat beberapa strategi efektif yang dapat dilakukan, di antaranya melalui integrasi kurikulum, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, serta penciptaan budaya sekolah yang religius dan inklusif. Dengan pendekatan tersebut, nilai-nilai Aswaja An-Nahdhiyah dapat tertanam secara mendalam dalam diri siswa, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai sikap dan perilaku sehari-hari.
Dalam sesi tanya jawab, dewan penguji memberikan berbagai pertanyaan kritis serta masukan konstruktif terkait metodologi penelitian, kedalaman analisis, serta relevansi temuan dengan kondisi pendidikan saat ini. Beberapa penguji juga memberikan apresiasi atas kontribusi ilmiah yang dihasilkan, terutama dalam upaya memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam moderat di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Promotor dalam ujian tersebut menyampaikan bahwa disertasi ini memiliki nilai strategis, tidak hanya dalam ranah akademik, tetapi juga dalam praktik pendidikan di lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi para pendidik, pengambil kebijakan, serta lembaga pendidikan dalam merumuskan model pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
Selain itu, keberhasilan Baharuddin Nur Aziz Zakariya dalam mempertahankan disertasinya menjadi bukti komitmen dan dedikasinya dalam mengembangkan keilmuan di bidang pendidikan Islam. Momen ini juga menjadi inspirasi bagi para akademisi muda untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan terlaksananya ujian promosi doktor ini, diharapkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diimplementasikan secara luas, khususnya di lingkungan sekolah Ma’arif. Internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdhiyah diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, moderat, dan mampu menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.








