Malang — Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Stadium General yang mengangkat tema Perception Engineering dalam Pengembangan Maliki Islamic menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka, pada Rabu, 04 Maret 2025. Kegiatan akademik ini menjadi ruang refleksi intelektual sekaligus penguatan visi keilmuan perguruan tinggi Islam dalam menyiapkan kontribusi strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Stadium General tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. dan dibuka oleh Wakil Rektor I Drs. H. Basri Zain, M.A., P.h.D. serta dihadiri oleh dosen, mahasiswa pascasarjana dan para akademisi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan keilmuan Islam integratif. Forum ilmiah ini menekankan pentingnya pendekatan perception engineering sebagai strategi intelektual dalam membangun cara pandang, paradigma, dan citra keilmuan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab historis dan akademik dalam menyiapkan sumber daya intelektual yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Sementara itu, Wakil Rektor I Drs. H. Basri Zain, M.A., P.h.D. menegaskan bahwa pengembangan konsep Maliki Islamic merupakan bagian dari penguatan identitas akademik UIN Malang sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, Ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Irfan Wahid, yang dikenal luas dengan sapaan Gus Ipang. Dalam paparannya, ia menyoroti pentingnya memahami perubahan ekosistem komunikasi di era digital yang sangat mempengaruhi cara masyarakat membentuk persepsi terhadap suatu gagasan, termasuk gagasan keislaman dan peran institusi pendidikan.
Gus Ipang menjelaskan bahwa saat ini dunia sedang berada dalam fase yang sering disebut sebagai era post-truth, sebuah kondisi ketika opini publik lebih banyak dipengaruhi oleh emosi, keyakinan personal, dan narasi yang beredar di ruang digital dibandingkan fakta objektif. Dalam situasi ini, menurutnya, perguruan tinggi harus memiliki kemampuan membangun narasi yang kuat dan kredibel agar nilai-nilai keilmuan tetap memiliki otoritas di tengah arus informasi yang sangat cepat.
“Di era post-truth kecepatan mengalahkan perenungan, keramaian mengalahkan kedamaian, emosi mengalahkan data dan yang emosional sering mengalahkan rasional,”ungkapnya.
Selain itu, ia juga memperkenalkan konsep echo chamber, yaitu kondisi ketika seseorang atau kelompok hanya terpapar pada informasi yang sejalan dengan pandangan mereka sendiri. Fenomena ini sering terjadi di media sosial, di mana algoritma digital memperkuat pandangan yang sudah ada sehingga masyarakat cenderung terjebak dalam ruang informasi yang sempit.
“Dalam kondisi echo chamber, orang hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar. Di sinilah pentingnya perception engineering, yaitu bagaimana kita membangun komunikasi yang mampu menembus sekat-sekat tersebut dan menghadirkan narasi yang lebih konstruktif,” jelasnya.

Melalui Stadium General ini, Pascasarjana UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan tradisi akademik yang inovatif, integratif, dan berorientasi pada pembangunan peradaban. Penguatan konsep Maliki Islamic diharapkan mampu melahirkan generasi intelektual Muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan dalam menyongsong satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045.
Dalam perspektif menuju satu abad kemerdekaan Indonesia pada tahun 2045, peran lembaga pendidikan tinggi menjadi semakin penting. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai lokomotif lahirnya gagasan strategis yang mampu menjawab tantangan global, termasuk dalam bidang teknologi, sosial, budaya, dan keagamaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Pascasarjana UIN Malang dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan peradaban global.
Admin Pascasarjana





