Di era demokrasi modern sekarang ini banyak kaum perempuan yang meniti karier di luar rumah. Menjadi guru, dosen, karyawati bahkan pimpinan perusahaan. Kesempatan berkiprah dalam pembangunan ekonomi dan kecerdasan bangsa terbuka lebar bagi kaum hawa di Indonesia. Namun, sebagai makhluk Tuhan yang diberi kodrat melahirkan keturunan, tatkala telah menjadi ibu bukan berarti karier kaum perempuan terhenti.

Kenyataan yang terjadi di lapangan saat ini adalah para ibu bekerja terpaksa tidak dapat memberi air susu ibu (ASI) kepada anaknya yang masih bayi karena meninggalkan bayi di rumah untuk pergi bekerja. Padahal kita tahu ASI tak ada banding dan tandingannya bagi pertumbuhan bayi secara fisik dan mentalitas. Persoalannya adalah tak tersedianya tempat penitipan bayi di lembaga, instansi, kantor, tempat para ibu bekerja tersebut.

Meninggalkan bayi di rumah, peluang memberi ASI kepada bayi menjadi terkendala yang pada gilirannya dapat berakibat pada lemahnya kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu sebaiknya di tempat-tempat kerja yang para pekerjanya terdapat kaum ibu yang memiliki bayi didirikan tempat penitipan bayi.

Pendirian tempat penitipan bayi ini dapat dilakukan oleh sejumlah kantor, lembaga atau institusi yang saling berdekatan, sehingga para ibu yang memanfaatkan tempat tersebut akan cukup banyak. Jadi prospek bisnis penitipan bayi ini cukup cerah.

Hanya saja memang profesionalitas dan kelayakan dari tempat penitipan bayi di dekat kantor ini harus diperhatikan, sehingga para ibu yang akan memberikan ASI kepada bayinya dapat dilakukan dengan nyaman dan aman.

NB : http://www.surya.co.id/2011/10/05/tempat-penitipan-bayi-dan-asi

Categories: Artikel Dosen