Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dikembangkan berdasarkan cita-cita mulia di kalangan akademisi dan cendekiawan muslim untuk membangun dan mewujudkan generasi muslim yang benar-benar mampu membawakan citra Islam yang sejati, yang mencerminkan universalitas dan signifikansi Islam di tengah-tengah kehidupan umat manusia yang mendambakan kesejahteraan lahir-batin, kebahagiaan dunia-akhirat. Generasi yang ingin diwujudkan memiliki pula kecakapan membangun peradaban dengan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip hidup yang wajar dan unggul, seperti keadilan, kebenaran, kebaikan, kedamaian, keteraturan, kenyamanan, persamaan, pluralitas, dan toleransi. Dalam konteks pendidikan, pencerminan Islam tersebut teraktualisasikan pada profil kepribadian muslim ideal yang seimbang antara aspek intelektualitas dan aspek moral-spiritual, sosial dan individual, dan mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa secara kreatif dan penuh tanggung jawab.

    Paling tidak ada tiga alasan strategis yang mendasarinya, yaitu alasan ideologis, alasan filosofis, dan alasan sosio-psikologis. Secara ideologis, Islam merupakan agama serba-mencakup (all-sufficient), yang utuh, holistik, dan universal. Oleh karena itu, tidak selayaknya ada pemisahan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, seperti halnya yang berjalan di dunia pendidikan dan persekolahan sekarang ini, termasuk di dalam penyelenggaraan pendidikan di PTAIN. PTAIN  saat ini hanya mengembangkan jurusan/fakultas yang bersifat keagamaan—dan karenanya hanya menghimpun disiplin ilmu yang berkenaan dengan “keislaman”, seperti ushuluddin, syari’ah, tarbiyah, dakwah, dan adab. Atas dasar pandangan dunia Islam yang integrated dan holistik di atas, maka pembukaan fakultas/jurusan/program studi non-keagamaan sudah dipandang sebagai kebutuhan yang mendesak.

   Alasan filosofisnya adalah  pengembangan kepribadian manusia harus dilakukan secara komprehensif dan integral, meliputi aspek intelektual, spiritual, akhlaq, dan profesionalisme. Alasan sosio-psikologisnya adalah adanya kesan—dan ini akibat perlakuan atas pandangan dunia Islam secara sempit—bahwa lulusan PTAIN selama ini hanya dibekali kemampuan berpartisipasi di bidang pendidikan agama, pengembangan bidang agama. Mereka memang tidak dibekali kemampuan dan keterampilan menjalankan fungsi-fungsi sosial yang lebih luas. Kehidupan masyarakat dalam kenyataannya tidaklah sederhana, dan ada kecenderungan semakin menunjukkan kompleksitasnya. Oleh karena itu, secara tidak terelakkan, diperlukan upaya terencana untuk mengembangkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi tertentu untuk membimbing masyarakat serta membantunya dalam memecahkan berbagai persoalan hidup, mulai dari yang paling praktis hingga yang bersifat sangat intelektual-akademis.

   Perguruan tinggi adalah lembaga yang secara khusus dirancang untuk membina-kembangkan generasi muda yang diharapkan memperkuat masyarakat. Perguruan tinggi menjalankan fungsi regenerasi dengan kekuatan ilmu pengetahuan yang dikembangkan terus menerus, untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

   Mengingat pentingnya aspek kecerdasan intelektual diintegrasikan dengan kecerdasasan emosional dan kecerdasan spiritual, maka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri membangun kerangka pengembangan keilmuan, akademik, dan kelembagaan yang selaras. Pengembangan ilmu pengetahuan yang dijejak oleh UIN Maliki Malang —dalam hal ini Program Pascasarjana—adalah berupa ilmu pengetahuan berbasis Islam (Islam based-knowledge) dalam pengertian yang luas, yakni ilmu pengetahuan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan ayat-ayat kawniyah (alam semesta, yang secara epistemologis dijangkau dengan instrumen observasi, eksperimentasi, dan penalaran logis) dan ayat-ayat qawliyah (al-Qur’an dan al-Hadis). Profil atau model pengembangan ilmu UIN Maliki Malang digambarkan dalam bentuk ”Pohon Ilmu” yang memiliki akar, dahan, cabang, dan ranting. Secara akademis, UIN Maliki Malang —dalam hal ini Program Pascasarjana—menekankan sistem akademik yang relevan dan kuat untuk mendukung terwujudnya pengembangan ilmu pengetahuan sebagaimana dimaksudkan serta mewujudkan SDM yang memiliki kepribadian, kemampuan, dan keterampilan yang dibutuhkan untuk pengembangan masyarakat menuju kemajuan dan kesejahteraan.

    Dalam pengembangan kelembagaan, UIN Maliki Malang —sejak berstatus STAIN—membuka Program Pascasarjana tingkat Magister (S-2), yakni Magister dalam Ilmu Agama Islam pada tahun ajaran 1999/2000. Pembukaan program tersebut berdasarkan SK Menteri Agama RI No: 84 Th. 1999 tentang Penyelenggaraan Program Studi Pascasarjana (S-2). Pada Tahun 2005, UIN Maliki Malang memperoleh izin pembukaan Program Studi Magister (S-2) Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Bahasa Arab dengan SK Dirjen Kelembagaan Agama Islam Nomor: DJ.II/55/2005 Program Doktor (S-3) dibuka mulai Tahun Akademik 2007-2008 setelah memperoleh izin dari Dirjen Pendidikan Islam Nomor: DJ/450/2006. Selanjutnya dikembangkan pula program studi-program studi lainnya untuk merespon dan memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga program studi yang diselenggarakan PPs UIN Maliki Malang hingga saat ini meliputi:

  • Program Studi Magíster terdiri atas 6 (enam) Program Studi, yaitu: (1) Menajemen Pendidikan Islam; (2) Pendidikan Bahasa Arab; (3) Studi Ilmu Agama Islam; (4) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah; (5) Pendidikan Agama Islam; dan (6) Akhwalusy Syakhsiyah.

  • Program Studi Doktor terdiri atas 2 (dua) Program Studi, yaitu: (1) Menajemen Pendidikan Islam; dan (2) Pendidikan Bahasa Arab.

Dalam mengayunkan langkah strategis ke depan, PPs UIN Maliki Malang bertekad untuk selalu komitmen pada keunggulan. Namun demikian, patut disadari bahwa dalam praktiknya peluang dan tantangan di era millennium ketiga ini tampak semakin kompleks.

Beberapa isu strategis yang patut diantisipasi oleh PPs UIN Maliki Malang adalah sebagai berikut:

1.  Beberapa Tantangan Pendidikan Islam yang harus diantisipasi oleh PPs, yaitu:

  • Stigmatisasi atas Islam dan masyarakat muslim di dunia global
  • Revitalisasi pemahaman Islam, serta liberalisasi dan  fundamentalisasi ajaran Islam
  • Kompetisi dan daya saing global/internasional
  • Pada skala nasional terdapat isu pendidikan multikulturalisme dan civic values (HAM, Penegakan Hukum, Demokrasi dan gender), dikotomi pendidikan, pendidikan transformatif, kapitalisasi pendidikan, dan komitmen APBN bidang pendidikan
  • Pada skala lokal terdapat isu integrasi islam dan sains, jaringan kerjasama yang kuat di wilayah Jawa Timur, pengembangan SDM, persaingan antar PPs di Jawa Timur.

2.  Perluasan sasaran pembangunan nasionalPerluasan sasaran pembangunan nasional

  • Perluasan sasaran pembangunan nasional yang meliputi berbagai aspek kehidupan terus berkembang semakin cepat dan kompleks menuntut pengembangan SDM yang berkualitas.
  • Tantangan yang akan dihadapi oleh PPs dalam tata pergaulan nasional atau internasional juga semakin berat. Sebagai lembaga pendidikan post-graduate, PPs UIN Maliki Malang harus mampu memberikan respon yang tepat terhadap tantangan tersebut, terutama dalam pemenuhan kebutuhan SDM yang berkualitas untuk mendukung tercapaianya berbagai sasaran pembangunan nasional.

3.  Demokratisasi pendidikan

  • Pendidikan yang demokratis dan berkeadilan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas baik pada jenjang pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi.
  • Sebagai lembaga pendidikan post-graduate, PPs UIN Maliki Malang harus mampu memfasilitasi akses pendidikan berbagai lapisan masyarakat terhadap program-program yang diselenggarakan. Dalam implementasinya, PPs UIN Maliki Malang menyelenggarakan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui satu sistem rekrutmen, penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran yang demokratis melalui berbagai format, misalnya: pendayagunaan berbagai sumber belajar, variasi dalam proses pembelajaran, dan sistem pembelajaran berbasis ICT.

4.  Persaingan global

  • Perkembangan sains dan teknologi semakin meningkat dengan kecepatan yang signifikan. Hal ini menuntut respon PPs UIN Maliki Malang untuk mengakomodasi percepatan dan dinamika kemajuan tersebut secara memadai.
  • Sangat diperlukan penyediaan SDM yang memiliki kemampuan berfikir kritis, kreatif dan inovatif, bekerjasama, memecahkan masalah, berkepribadian muslim dan nasional, berwawasan rahmatan li al-‘alamin, yang menguasai ipteks, ICT, dan bahasa internasional.
  • Persaingan lembaga-lembaga pendidikan tinggi dalam menawarkan lulusannya ke pasaran kerja nasional, regional, dan internasional semakin kuat, menuntut PPs UIN Maliki Malang mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kompetensi dan daya saing yang tinggi atau memiliki keunggulan kompetitif.
  • Kemajuan ipteks dan teknologi informasi menuntut PPs UIN Maliki Malang untuk mengakses kemajuan dan penyediaan sarana penunjang yang dapat meiningkatkan kualitas lulusan dengan kreativitas, kemandirian, dan daya saing yang tangguh dalam menghadapi tuntutan zaman.

5.  Perkembangan ipteks

  • Perkembangan ipteks menuntut PPs UIN Maliki Malang mengembangkan program-program penelitian dan pengembangan ilmu sesuai dengan arah perkembangan tersebut dan memberikan solusi alternatif bagi terwujudnya pengembangan integrasi Islam dan ipteks.
  • Untuk percepatan perkembangan ipteks, diperlukan kerjasama antar PPs dan dengan berbagai pihak lain secara produktif.
  • Dalam konteks percepatan perkembangan ipteks diperlukan peningkatan sistem informasi berbasis ICT yang memadai untuk pengembangan kelembagaan dan keilmuan pada PPs di masa depan.

6.  Citra PPs UIN Maliki Malang

  • Dalam konteks pengembangan citra PPs UIN Maliki Malang ke depan, kinerja sivitas akademika dan alumni PPs harus menunjukkan kompetensi yang handal dan berkeadaban dalam berbagai tugas profesinya, sehingga mampu membangun citra PPs sebagai lembaga pendidikan Islam post-graduate yang unggul.
  • Dalam konteks perluasan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi di PPs UIN Maliki Malang, peran sivitas akademika dan alumni PPs sangat diperlukan untuk menyebarluaskan informasi tentang keberadaan dan jati diri PPs.
  • Tuntutan akan pengakuan terhadap fungsi PPs UIN Maliki Malang sebagai penghasil tenaga kependidikan (Islam) dan non kependidikan memerlukan sosialisasi yang lebih intensif kepada pengguna lulusan dan masyarakat luas.

7.  Pemberlakuan otonomi PT (BLU)

  • Dalam rangka memenuhi otonomi UIN Maliki Malang sebagai BLU PT, maka PPs harus melakukan perencanaan, pengembangan dan penyelenggaraan PPs yang menjanjikan masa depan dengan tetap komitmen terhadap tuntutan dan aturan yang berlaku pada BLU PT.
  • Dalam rangka mewujudkan BLU UIN Maliki Malang, PPs mengupayakan peningkatan sistem manajemen kelembagaan dengan prinsip good governance yang berkarakteristik partisipasi, transparansi, akuntabilitas, taat hukum, dan berkeadilan.

8.  Impelementasi Undang-Undang Guru dan Dosen

  • Dalam konteks implementasi Undang-Undang RI Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, PPs UIN Maliki Malang dituntut untuk mengambil peran secara proaktif, dinamis dan proporsional di tingkat nasional, terutama dalam pengembangan kualitas SDM guru dan dosen.
  • Dalam perannya sebagai salah satu Unit di UIN Maliki Malang sebagai LPTK, PPs harus segera mengambil peran strategis dalam penyelenggaraan program peningkatan kualifikasi dan sertifikasi dosen.
  • PPs UIN Maliki Malang mengambil peran sebagai pemikir yang dapat disumbangkan kepada pemerintah dan masyarakat tentang sistem pendidikan tenaga dosen, guru dan tenaga kependidikan lainnya.

9.  Keterpaduan tri dharma Perguruan Tinggi

  • Lemahnya sinergi antar unsur tri dharma perguruan tinggi menuntut upaya peningkatan keterpaduan antar program-program pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  • Belum intensifnya pemanfaatan hasil penelitian dalam pengembangan program pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, diperlukan upaya peningkatan sinkronisasi antar program.

10. Kualitas dan efisiensi manajemen

  • Semakin kompleksnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang harus dilaksanakan oleh UIN Maliki Malang, diperlukan dukungan manajemen yang handal dari PPs agar dihasilkan kinerja yang optimal dan efisien. Manajemen tersebut hendaknya dilandasi oleh paradigm baru sebagai berikut:
    • Otonomi dan kebebasan akademik dalam melaksanakan kegiatan fungsi kelembagaan PPs.
    • Akuntabilitas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan PPs untuk meningkatkan kinerja dan hasil.
    • Akreditasi yang dapat menjamin dan meningkatkan kualitas proses dan hasil.
    • Sistem informasi manajemen yang dikelola dengan mantap berbasis ICT.
    • Evaluasi yang dapat menjamin keputusan manajerial didasarkan pertimbangan obyektif.
    • Sustainability dalam penyelenggaraan dan pengembangan lembaga.
  • Untuk membangun manajemen yang berkualitas dan efisien, diperlukan dukungan sumberdaya manusia, yakni tenaga manajemen yang trampil dalam melaksanakan tugas dan memiliki disiplin serta etos kerja yang tinggi.
  • Masih kurang intensifnya pendayagunaan sumberdaya PPs sebagai income generating agents menuntut upaya peningkatan kerjasama antar unit kerja di lingkungan PPs dan pihak-pihak luar melalui pengembangan lembaga konsultasi di setiap program studi sesuai dengan disiplin ilmunya.